Darmawangsyah dan Istri Jadi Orang Tua Asuh Masyarakat Miskin Ekstrem

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Rabu, 12 Maret 2025 | 17:17 WIB
Wabup Gowa Darmawangsyah Muin menyerahkan bantuan sembako, peralatan rumah tangga dan modal usaha kepada warga miskin ekstrem di   beberapa titik (Ist)
Wabup Gowa Darmawangsyah Muin menyerahkan bantuan sembako, peralatan rumah tangga dan modal usaha kepada warga miskin ekstrem di beberapa titik (Ist)

Bantu Modal Usaha, Paket Sembako dan Alat Masak

GOWA - SUARA PEMBARUAN - Memacu 100 hari kerja pertama, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, fokus terhadap masyarakat miskin yang kini jadi populer disebut oleh pemerintah sebagai miskin ekstrem (miskin  terparah).

Untuk meminimalisir jumlah keberadaan masyarakat miskin ekstrem di Gowa, seluruh aparat pemerintah kabupaten Gowa diminta melibatkan diri sebagai orang tua asuh. Hal itu dicontohkan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin dan Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah yang mendampingi kunjungannya, keduanya sebagai Orang Tua Asuh (OTA) dan mendatangi masyarakat miskin ekstrem di sejumlah titik, yakni di Desa Julubori dan Desa Julukanaya Kecamatan Pallangga, dan Desa Bone Kecamatan Bajeng, Rabu (12/3).

Pada kunjungan tersebut, Wabup Gowa menyerahkan berbagai bantuan, mulai dari modal usaha, peralatan masak hingga paket sembako dari Baznas. Wabup Gowa didampingi Kepala Dinas Sosial, Kepala Disdukcapil, Plt Kadis Perdastri, Sekretaris Bappeda, Sekretaris Dinas Perikanan dan beberapa perwakilan SKPD lainnya.

“Alhamdulillah, kemarin kami telah melakukan validasi dan monitoring, dan saat ini kami kembali untuk meninjau langsung kebutuhan warga miskin ekstrem tersebut. Kami juga membawa bantuan peralatan masak dan modal usaha untuk melihat minat warga terhadap usaha yang mereka inginkan. Kita akan menunggu hasilnya," ungkapnya.

Darmawangsyah menegaskan, Pemkab Gowa terus mendorong masyarakat Kabupaten Gowa agar segera terlepas dalam kondisi miskin ekstrem. Salah satunya memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin berusaha, termasuk membuka usaha kecil-kecilan. Menurutnya dengan memberikan modal usaha akan membuat masyarakat bisa mandiri dan lebih berusaha dalam meningkatkan pendapatan untuk keluarganya.

“Semua kita dorong, misalnya ada masyarakat yang belum punya pekerjaan dan memang dia mau bekerja kita berikan modal usaha. Ini juga sebagai contoh bagi SKPD lain untuk bersama-sama, bersatu, bergotong royong dan berkolaborasi untuk menyelesaikan misi kemiskinan ekstrem menjadi nol persen,” jelasnya.

Sementara salah satu masyarakat miskin ekstrem, Yanti dari Desa Julubori Kecamatan Pallangga mengaku bersyukur atas bantuan modal usaha dan alat masak untuk keluarganya. Dirinya mengaku siap memulai usaha “Jalangkote” demi meningkatkan pendapatan bagi keluarganya.

"Alhamdulillah bersyukur diberikan bantuan ini ditambah paket sembako. Semoga menjadi berkah dan Insya Allah usaha ini akan berkembang. Selain itu, anak saya juga mendapat bantuan pengobatan matanya dari Dinas Sosial untuk berobat ke RS Syekh Yusuf. Semoga ini semua berkah Ramadan tahun ini," ungkap Yanti penuh haru.

Pemerintah Kabupaten Gowa sebelumnya telah menyatakan komitmennya dalam mewujudkan program 100 hari kerja salah sayunya menuntaskan masalah kemiskinan ekstrem. Dimana saat ini tercatat 371 Kepala Keluarga (KK) atau 1.108 jiwa yang teridentifikasi sebagai masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Gowa. (SP.news)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X