Gubernur Helmi Tambah Anggaran Program Bedah Rumah Warga Miskin di Bengkulu

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Sabtu, 8 Maret 2025 | 07:30 WIB
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.(Foto/Ist)
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.(Foto/Ist)

Bengkulu, SUARAPEMBARUAN-Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan, pihaknya akan menambah anggaran program bedah rumah tidak layah huni tahun 2025 di wilayah ini. Penambahan dana akan diambil dari APBD Provinsi Bengkulu.

"Saya tambah, masa hanya dua rumah yang akan dibedah. Kita akan tambah APBD untuk rakyat,” ujar Helmi menyikapi anggaran bedah rumah di APBD Pemprov Bengkulu tahun 2025, hanya dialokasikan untuk dua rumah saja, di Bengkulu, Jumat (7/3/2025).

Helmi berjanji pihaknya akan melakukan pendataan secara menyeluruh rumah warga tidak layak huni di 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Hal ini dilakukan untuk memastikan total rumah masyatakat yang layak huni untuk mendapatkan bantuan.

Baca Juga: Atasi Stunting di Kota Bengkulu Diperlukan Kerja Sama Semua Pihak

Dijelaskan, rumah yang akan direnovasi terdiri dari dua kategori, yakni bedah rumah dengan anggaran Rp 15 juta dan pembangunan ulang rumah dengan biaya Rp 45 juta.

“Kalau untuk bedah itu Rp 15 juta, tapi kalau dibangun kembali itu kita siapkan dananya Rp 45 juta/unit. Nah, itu baru mantap,” ujar Gubernur Helmi Hasan.

Program bedah rumah tidak layah huni di Provinsi Bengkulu tahun 2025, awalnya ditargetkan sebanyak 10 unit, tapi akibat terjadi efisiensi anggaran dari Presiden Prabowo, maka jumlah rumah akan dibedah dikurangi menjadi dua unit.

Baca Juga: Gubernur Bengkulu : Penting Kerja Sama Pemerintah dan Media Untuk Sebarluaskan Informasi Pembangunan Daerah

Dengan kebijakan baru ini, Helmi berkomitmen untuk kembali menambah anggaran agar lebih banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat. Apalagi sebelumnya Gubernur telah bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta untuk menjajaki penambahan program bedah rumah melalui pendanaan luar negeri.

Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Bengkulu, Dedy Haryono membenarkan jika dirinya memfasilitasi Gubernur Bengkulu untuk bertemu Wakil Menteri Luar Negeri.

Adapun rencana pendanaan pembiayaan pembangunan rumah diakomodir dan disetujui oleh Kerajaan Arab Saudi. Namun, Dedy tidak menyebut apakah Kementerian terkait telah mengaminkan rencana Gubernur Bengkulu tersebut.

 

Hanya saja, ia tetap meminta agar Pemprov Bengkulu terus mengikuti dan dan memfollow up agar dapat direalisasikan. "Tugas kita adalah mem-follow up, agar program ini juga didapatkan Bengkulu," kata Dedy.

Seperti diketahui pemerintahan Presiden Probowo Subianto memiliki program rumah murah untuk masyarakat tidak mampu alias miskin di Tanah Air. Rumah untuk rakyat miskin ini yang akan dibangun jumlahnya mencapai jutaan unit.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X