Atasi Stunting di Kota Bengkulu Diperlukan Kerja Sama Semua Pihak

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Sabtu, 8 Maret 2025 | 06:56 WIB
Wakil Wali Kota Bengkulu, Roni Tobing pimpin rembuk stunting dalam upaya mengatasi kasus stunting di daerah ini kedepan, Jumat 7 Maret 2025.(Foto/Ist)
Wakil Wali Kota Bengkulu, Roni Tobing pimpin rembuk stunting dalam upaya mengatasi kasus stunting di daerah ini kedepan, Jumat 7 Maret 2025.(Foto/Ist)

Bengkulu, SUARAPEMBARUAN-Wakil Wali Kota Bengkulu, Roni Tobing mengatakan, sangat diperlukan kaloborasi dengan semua pihak dalam mengatasi masalah stunting di Kota Bengkulu.

Sebab, tanpa kerja sama yang baik dengan seluruh stakeholder yang ada di Kota Bengkulu, mustahil masalah stunting dapat diatasi dengan baik di daerah ini.

"Jadi, kaloborasi semua pihak sangat diperlukan dalam upaya mengatasi stunting di Kota Bengkulu," kata Roni Tobing pada acara Rembuk Stunting tingkat Kota Bengkulu, di Bengkulu, Jumat (7/3/2025).

Baca Juga: Gubernur Bengkulu : Penting Kerja Sama Pemerintah dan Media Untuk Sebarluaskan Informasi Pembangunan Daerah

Acara Rembuk Stunting ini selain dihadiri Wakil Wali Kota Bengkulu juga diikuti Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Dewi Dharma, unsur Forkopimda Kota Bengkulu, Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Kepala Perangkat Daerah, camat, lurah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya di Kota Bengkulu.

Roni menambahkan, untuk menekan kasus stunting di Kota Bengkulu, maka kerja sama dengan semua pihak harus ditingkatkan, sehingga target penurunan angka stunting tahun 2025 di wilayah ini dapat dicapai dengan baik.

"Kita harus meningkatkan sinergi dalam upaya membebaskan anak-anak dari stunting. Harapan kami, anak-anak Bengkulu dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Baca Juga: Gubernur Helmi Hasan Pastikan Gaji THL Pemprov Bengkulu Dibayarkan Jelang Lebaran

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari mengatakan, penanganan stunting tidak hanya bergantung pada pemenuhan gizi, tetapi juga melibatkan faktor lingkungan dan pola asuh yang baik.

"Ini bukan hanya soal nutrisi, tetapi juga lingkungan yang sehat. Kita butuh kerja sama semua pihak agar perubahan yang nyata bisa tercapai," jelasnya.

Perwakilan Bappeda Provinsi Bengkulu, Jon Henri Murdan memaparkan, data terkini mengenai kondisi stunting di Bengkulu serta urgensi penyusunan Rencana Strategis Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) agar program yang dijalankan lebih terarah dan efektif.

Baca Juga: Rugikan Negara Ratusan Miliar, PT Agro Bengkulu Selatan Dilaporkan Walhi ke Jaksa Agung RI

Dukungan juga disampaikan oleh Wakapolres Bengkulu, yang menegaskan bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama.

"Masalah ini menyangkut masa depan generasi mendatang. Oleh karena itu, kita harus bekerja sama untuk mengatasinya," katanya.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X