lifestyle

Cancel Culture, Apa Sih? Ternyata Ini Fenomena yang Bikin Redup Karier Public Figure

Sabtu, 14 Desember 2024 | 07:14 WIB
Poster Petisi 'Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden' pada 4 Desember 2024. (change.org)

Sebab, cancel culture dapat membuat nama baik tokoh menjadi buruk dan secara otomatis akan terasingkan saat berada di tengah masyarakat.Baca Juga: Cluster Dahlia Meteseh Kembali Diterjang Banjir, Wali Kota Semarang Desak Pengembang Bertanggung Jawab

Apa Alasan Adanya Budaya Pembatalan?

Umumnya, publik akan menjadikan budaya pembatalan sebagai dasar dari sanksi sosial.

Selain itu, cancel culture juga dapat membuat tokoh atau publik figur kembali mempertimbangkan konsekuensi dari pernyataan atau tindakan mereka.

Cancel culture juga dianggap sebagai upaya untuk mengungkap tindakan rasisme dan seksisme pada sebuah skandal.Baca Juga: Pelatih Laos Takjub dengan Strategi Bola Mati Garuda, Salah Satunya Lemparan Maut Arhan Pratama

Lebih lanjut, sebenarnya fenomena ini terjadi sebagai bentuk penghakiman publik untuk meminta pertanggungjawaban seseorang atas pernyataan atau perilakunya.

Bagaimana Fenomena Ini Berkembang?

Dikutip dari Pew Research Center, 22 persen dari warga Amerika Serikat (AS) menggaungkan cancel culture sebagai bentuk budaya pembatalan karier seorang tokoh publik, yang mulai berkembang pada tahun 2020 lalu.

49 persen di antara warga AS yang mengangkat cancel culture sebagai gerakan untuk menghilangkan status selebriti ataupun memberi penghargaan terhadap korban, menyebut tindakan itu adalah sebuah konsekuensi yang harus diterima si pelaku.Baca Juga: BPOM Gandeng BIN dan BAIS Tindaki OOT Ilegal

"Area paling umum dari argumen publik untuk menegur tokoh publik di media sosial muncul dari perspektif orang-orang tentang menghakimi atau sebaliknya mencoba membantu korban," tulis pernyataan Pew Research Center dalam artikel yang tayang pada tahun 2021 lalu.

Apa saja Contoh Cancel Culture?

Terdapat banyak skandal atau kasus yang melibatkan seorang publik figur hingga selebritis yang memicu terjadinya cancel culture.

Salah satunya terjadi terhadap aktor terkenal di Korea Selatan (Korsel), Kim Seon-ho, yang sempat membintangi serial drama berjudul 'Hometown Cha-Cha-Cha'.Baca Juga: Plt Gubernur Rosjonsyah Setujui UMP Bengkulu 2025 Sebesar Rp 2.670.000

Kim terjebak dalam skandal aborsi yang membuat ratusan ribu penggemar berhenti mengikutinya.

Aktor itu pun tak lagi tampil dalam variety show populer di Korsel dan dikeluarkan dari dua proyek film yang sebelumnya telah ditandatangani olehnya.

Halaman:

Terkini

Perdana, Jogja Scooter Parade digelar Tahun Depan

Minggu, 28 September 2025 | 21:58 WIB

5 Ide Bisnis Modal Kecil yang Cocok untuk Pemula

Senin, 1 September 2025 | 05:26 WIB