Di pagi ulang tahun ke-57 itu, tamu-tamu pejabat dan sahabat dekat kayak bisa ngerasain getaran keberhasilan Amran, ini bukan cuma soal padi, tapi soal harapan yang nyata.
Amran, yang sekarang pimpin 91 juta petani dan jadi tokoh di Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin, bukan menteri biasa, setelah dilantik Oktober 2023, Amran bikin fondasi kuat, regulasi dipangkas, pupuk gampang, sawah nggak kering yang menyeleweng dalam uyrusan kebutuhan petani dilibas.
Harga gabah yang dinaikan, pompa air yang menyebar di mana-mana, dan rencana irigasi jangka panjang adalah bukti bahwa Amran kerja dengan ilmu dan keikhlasan. Mirip kisah Yusuf yang mengelola Mesir di tengah krisis, Amran mengelola Indonesia dengan cara yang bikin petani tak lagi cuma jadi penutup cerita, tapi pemeran utama.
Setiap langkahnya, dari potong anggaran buat pompa sampai kepastian petani nggak rugi, adalah cerminan amanah yang dijaga dengan hati.
Pas kajian selesai, Ustadz Adi, pimpin doa. Dia baca doa Nabi Yusuf: “Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang shaleh.
Amran menunduk khusyu, mata para sahabat dekat pun tampak berkaca-kaca haru, membuat suasana pagi itu terasa khidmat, sebelum akhirnya mereka berpamitan dan saling bersalaman. (SP.news)