kesehatan

Raih Penghargaan Tertinggi Ilmuwan Berpengaruh, Taruna Ikrar Ingatkan Ancaman Silent Pandemic Akibat Resistensi Antimikroba

Minggu, 5 Januari 2025 | 05:58 WIB
Ilmuan Prof dr Taruna Ikrar, PhD, M.Biomed saat menyampaikan orasi ilmiah di Ballroom Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan, Sumatera Utara, Sabtu (4/1/2025). (Ist)

Kiprah internasionalnya diperkuat dengan berbagai posisi pengajar di institusi bergengsi, termasuk menjadi profesor di Pacific Health Sciences University dan akademik spesialis di University of California, Irvine.

Dalam ranah kepemimpinan profesional, Prof Taruna Ikrar telah menduduki berbagai posisi strategis.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (2020-2024) dan dipercaya sebagai Direktur Konsil Kedokteran Internasional (IAMRA) untuk periode 2021-2025.

Pengalamannya di bidang kesehatan militer juga tercermin dari posisinya sebagai Penasehat di The Indonesia Army Medical Sciences Institute (THIAMSI) dan sebagai Staf Ahli di Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto. Semenjak 2023 diangkat sebagai Adjunct Prefesor di Universitas Pertahanan RI.

Kontribusi Prof Taruna Ikrar dalam dunia penelitian sangat signifikan dengan lebih dari 100 publikasi ilmiah yang telah dihasilkan.

Karya-karyanya mencakup berbagai topik penting Dalam bidang farmakologi, kardiovaskular, neurosains, elektrofisiologi, genetika, dan terapi sel punca.

Beberapa penelitiannya telah dipublikasikan di jurnal-jurnal internasional terkemuka dan telah banyak dikutip oleh peneliti lain di seluruh dunia. Bahkan karyanya beberapa kali dimuat di jurnal NATURE.

Taruna juga telah menulis beberapa buku teks penting dalam bidang kedokteran dan neurosains. secara keseluruhan, penelitian dan jurnal yang telah dilakukan dan yang telah terindeks telah disitasi sebanyak  1.763 melalui Scopus dan Google Scholar.

Sedangkan H-Index Taruna yang tertera pada laman Sinta Kemendikbud menunjukkan angka 17 dari Scopus dan 24 dari Google Scholar. H-Index itu sendiri merupakan indeks yang mengukur produktivitas dan dampak dari karya atau hasil penelitian seorang ilmuwan.

Atas dedikasi dan kontribusinya yang luar bias aitu, Prof Taruna Ikrar telah menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk predikat Outstanding Scientist dari Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2014 dan UKP-Presidential Award untuk kategori Innovator and Scientist pada tahun 2017.

Taruna juga aktif dalam berbagai organisasi profesional internasional dan terus memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu kedokteran dan farmakologi di Indonesia maupun secara global.

Di antaranya pernah menjadi Ketua Konsil Kedokteran Indonesia dan Direktur International Association of Medical Regulatory Authorities (IAMRA) atau Ketua Konsil Kedokteran Dunia hingga saat ini.

Keahliannya yang komprehensif dan kepemimpinannya yang kuat menjadikannya salah satu tokoh penting dalam kemajuan ilmu kedokteran dan farmasi di Indonesia.

Buah pernikahannya dengan Elfi Wardaningsih, rekan sesama dokter yang kebetulan bertemu di perpustakaan Universitas Indonesia, Taruna telah dikaruniai tiga anak, yaitu Aqilla Safazia Ikrar dan Athallah Razandhia Ikrar, serta Alaric Khalifah. (SP.news)

Halaman:

Terkini