kesehatan

Cegah Balita Kurang Gizi, Pertamina Bina Program Posyandu Sehati

Jumat, 17 Mei 2024 | 18:10 WIB
Kegiatan edukasi dan konseling Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Posyandu Sehati binaan Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin di Maros, Kamis (16/5/2024). (Ist).

MAROS-Suarapembaruan.news.Anak kurang gizi umumnya mempunyai berat badan kurang (underweight), kurus (wasting), pendek (stunting), serta kekurangan vitamin dan mineral. Di Indonesia sendiri, masalah kurang gizi pada anak masih menjadi perhatian yang serius.

Untuk ikut membantu pencegahan Balita kurang gizi, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memberi perhatian khusus melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Posyandu Sehati binaan Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin.

AFT Hasanuddin merupakan salah satu unit operasi Pertamina Patra Niaga Sulawesi, rutin melaksanakan kegiatan edukasi dan konseling Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Maros, seperti yang berlangsung Kamis (16/5/2024).

Edukasi dan konseling itu dihadiri oleh 11 ibu dan balita binaan. Dalam proses ini, edukasi diberikan kepada ibu-ibu balita yang sering berkontak langsung dengan anaknya. Dalam edukasi, diajarkan dan diberitahu mengenai poin-poin utama dalam PHBS rumah tangga. Setelah edukasi itu, diberikan juga beberapa pertanyaan pada ibu balita seputar perkembangan anaknya selama periode bulan Februari setelah pemberian suplemen kesehatan pertama.


Agenda Bulanan

Kegiatan ini menjadi agenda bulanan, dilaksanakan sebulan sekali sejak Februari 2024 dan diberikan kepada ibu-ibu yang berada disekitar Ring I AFT Hasanuddin. Rangkaian kegiatan program CSR Posyandu Sehati meliputi pendaftaran, pengukuran antropometri, pencatatan, edukasi, dan konseling yang dilakukan satu per satu dengan ibu dan balita. Edukasi ini dilakukan agar orang tua, khususnya ibu yang sangat dekat dengan balitanya mengetahui, mau, dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat untuk keluarganya serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan di lingkungan sekitarnya.

Setelah edukasi, ibu-ibu diberi kesempatan untuk konseling secara pribadi yang sifatnya lebih privasi. Dalam konseling tersebut, petugas ahli dari Puskesmas, Masniati S.K.M., memberikan pertanyaan kepada peserta seputar perkembangan anaknya selama periode bulan Februari setelah pemberian suplemen Kesehatan pertama. “Kami menyimpulkan bahwa masalah pola hidup tidak sehat yang paling banyak dialami oleh balita adalah adanya anggota keluarga yang merokok dan masih belum menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun, serta ASI eksklusif yang tidak terpenuhi,” ujar Masniati.

Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin, Abdul Muis, menyampaikan alasan program Posyandu Sehati ini dibentuk ialah untuk mengurangi seputar masalah yang biasanya terjadi pada balita baik itu stunting, obesitas, wasting, maupun underweight. “Dari hasil sosial mapping yang kami lakukan, terdapat kurang lebih 262 balita yang mengalami gangguan gizi dari 1.619 balita yang berada di kelurahan Sudiang atau ring 1 wilayah operasi kami,” ujar Muis.

Dalam intervensi ini, ibu balita juga diberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa bubur kacang hijau untuk pemenuhan gizinya. Selain itu, diberikan juga suplemen kesehatan berupa curcuma plus atau minyak ikan yang dapat membantu meningkat nafsu makan, memenuhi kebutuhan vitamin pada masa pertumbuhan dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh pada anak.

Dalam kesempatan yang terpisah, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial lingkungan sekitar. “Program yang kami jalankan adalah bentuk kontribusi perusahaan terhadap lingkungan sekitar dalam hal Kesehatan keluarga. Dan program ini sejalan dengan program Pemerintah untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yaitu nomor (3) Kehidupan Sehat dan Sejahtera,” ucap Fahrougi. (SP.news/MK Said)

Terkini