kesehatan

Kasus Terus Meningkat, Kudus Berkomitmen Eliminasi TBC

Kamis, 7 Maret 2024 | 15:28 WIB
Penyusunan Rencana Kerja Terpadu Para Pemangku Kepentingan untuk Mendukung Penanggulangan TBC di Kabupaten Kudus, Kamis (7/3).

Kudus, suarapembaruan.news —Kasus tuberculosis (TBC) di Kabupaten Kudus dalam 3 tahun terakhir terus meningkat. Oleh karena itu diperlukan kerja kolaboratif lintas sektor untuk menghentikan peningkatan tersebut. Kabupaten Kudus bahkan bertekad zero kasus TBC di tahun 2028.

Hal itu disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Kabupaten Kudus, Revlisianto Subekti, saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Penyusunan Rencana Kerja Terpadu Para Pemangku Kepentingan untuk Mendukung Penanggulangan TBC di Kabupaten Kudus.

Baca Juga: Polda Jambi Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Internasional, Sita 8,8 Kg Sabu-sabu

Kegiatan berlangsung Kamis (7/3), hasil kerja sama antara Pemkab Kudus dengan USAID BEBAS-TB.

Revli mengatakan, berdasarkan data, peningkatan kasus dalam 3 tahun terakhir cukup signifikan. DI tahun 2021 kasus TBC di Kudus sebanyak 1.909 kasus. Tahun 2022 meningkat menjadi 2.385 kasus dan tahun 2023 mencapai 2.693 kasus.

Oleh karena itu, tegas Revli, pihaknya meminta para pihak di Kudus harus berkomitmen menanggulangi TBC. Bahkan pihaknya mengajak seluruh elemen menjadikan TBC sebagai prioritas.

Baca Juga: Mobil Pak Rahman Jangkau Wilayah Pinggiran Kota Semarang, Sehari Digelar di 3 Titik Sekaligus

“Kita harus jadikan TBC sebagai bidang prioritas penanganan, selain stunting. Kita bertekad akan zero kasus TB di 2028. Oleh karenanya, kami mendorong kolaborasi beberapa pihak, di antaranya dengan USAID BEBAS-TB,”tandas Revli.

Dikatakan Revli, pihaknya mengapresiasi kerja sama dan dukungan USAID BEBAS-TB ikut mengurangi kasus TBC di Kabupaten Kudus. Pihaknya yakin, jika semua pihak mendukung sesuai perannya, Kudus akan dapat zero TBC di tahun 2028 mendatang.

Baca Juga: Pembangunan Tanggul Sungai Babon Bebaskan Warga Dinar Tembalang dari Banjir

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, Andini Aridewi, mengatakan, untuk mempercepat eliminasi TBC, pihaknya meningkatkan penemuan kasus TBC. Hal itu dilakukan melalui penemuan kasus secara aktif dan intensif, peningkatan akses layanan, perluasan terapi pencegahan dan penguatan surveilans.

Andini mengungkapkan terdapat tantangan penanggulangan TBC, di antaranya terkait dengan angka keberhasilan pengobatan. Seringkali pasien dalam proses pengobatan mangkir atau tidak melanjutkan pengobatan.

Baca Juga: Dugaan Kasus Korupsi Kereta Api, PAL Indonesia Desak KPK Periksa Menhub

“ Kasus lost to Follow Up atau mangkir menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu Upaya pengobatan perlu ditekan melalui penguatan edukasi kepada pasien, pendampingan dari lingkungan rumah maupun lingkungan kerja,”ujar Andini.

Halaman:

Tags

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB