Jayapura, SUARAPEMBARUAN – Angka kasus HIV/AIDS di Kota Jayapura kembali mencatatkan rekor mengkhawatirkan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jayapura, hingga trimester pertama tahun 2026, jumlah kumulatif kasus telah melonjak menjadi 11.235 kasus, naik signifikan dari total 10.946 kasus pada akhir tahun 2025. Posisi ini menempatkan Kota Jayapura sebagai wilayah dengan kasus tertinggi di Provinsi Papua.
Tekanan tidak hanya datang dari HIV. Kasus Tuberculosis (TB) juga terus meningkat, dengan 3.007 kasus tercatat sepanjang 2025 dan tambahan 932 kasus baru hanya dalam lima bulan pertama 2026. Ns. Yusnita Pabeno, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Jayapura, memperingatkan bahwa kombinasi infeksi HIV dan TB saling memperparah penurunan sistem imun, sehingga risiko kesakitan hingga kematian sangat tinggi.
Namun, tantangan terbesar bukan hanya medis. "Hambatan terbesar di lapangan adalah kuatnya stigma sosial bagi Orang Dengan HIV (ODHIV) maupun penderita TB," ujar Yusnita. Untuk itu, Dinkes menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS dan TBC bagi jurnalis di Hotel Grand Abe Abepura, Jumat (12/6/2026).
Kepala Dinkes Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, menegaskan kolaborasi media adalah kunci. "Media massa adalah wadah paling efektif karena jangkauannya luas. Kami berharap berita yang diproduksi lebih inklusif dan suportif, agar masyarakat tidak takut tes kesehatan dan mencari pengobatan sejak dini," katanya.Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli seperti dr. Helena Picarima dan dr. Victor M., Sp.P, serta melibatkan komunitas rentan seperti Rojali, Pelangi, dan IWAJA. Sinergi ini diharapkan mampu memutus rantai penularan sekaligus menghapus diskriminasi yang selama ini menghambat upaya penanganan di Kota Jayapura.