Blora, suarapembaruan.news - Wakapolri Komjen Agus Andrianto meminta agar keberadaan Rumah Sakit Bhayangkara Blora dapat bermanfaat dan bisa meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Blora.
"Terima kasih pemerintah Kabupaten Blora telah menghibahkan tanahnya, semoga pembangunan bisa dilanjutkan," kata Wakapolri usai meresmikan Rumah Sakit Bhayangkara Blora, Selasa (30/1).
Rumah Sakit Bhayangkara Blora dibangun di atas lahan seluas 22.629 meter persegi, berlokasi di Jalan Raya Blora-Purwodadi, tepatnya di Desa Jagong, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, sekitar 20 km dari pusat Kota Blora.
Rumah sakit itu diharapkan menjadi rumah sakit rujukan bagi anggota Polri dan masyarakat umum.
Komjen Agus menjelaskan tentang fungsi sosial rumah sakit yang harus diutamakan dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses kesehatan dan masyarakat kurang mampu.
"Semoga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Untuk fungsi sosial ini agar dikoordinasikan dengan BPJS Kesehatan dan instansi terkait," ungkap Wakapolri yang asli putra daerah Blora tersebut.
Wakapolri juga berharap agar RS Bhayangkara Blora terus dikembangkan sehingga meningkat dari rumah sakit tingkat 4 menjadi 3, atau bahkan tingkat yang lebih tinggi.
Untuk perekrutan tenaga medis dan tenaga kesehatan, Wakapolri meminta agar memberi prioritas kepada warga lokal dan sekitarnya, sehingga turut mendorong penyediaan lapangan kerja bagi putra-putra daerah setempat.
"Polri akan terus berupaya untuk mengembangkan fasilitas pelayanan kesehatan baik dari segi sarana dan prasarana, sumber daya manusia pelayanan dan lain-lain, termasuk di rumah sakit ini. Sehingga ke depan kualifikasi rumah sakit ini dapat terus ditingkatkan," pungkas Wakapolri.
Selain meresmikan rumah sakit, Wakapolri juga membuka bakti sosial dan bakti kesehatan di sekitar lokasi rumah sakit.
Kegiatan bakti kesehatan yang dilaksanakan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pemeriksaan gigi dan mata, serta pap smear.
Sedangkan kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan meliputi khitanan massal serta pembagian paket sembako sebanyak 5.000 paket untuk warga kurang mampu. (SPnews/STH)