kesehatan

Brimob Polda Bengkulu Siap Sukseskan Program KB di Bumi Rafflesia

Sabtu, 11 Februari 2023 | 05:13 WIB

Bengkulu, SuaraPembaruan.News - Korps Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu, siap mendukung dan menyukseskan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di Bumi Rafflesia.

Sebagai upaya mendorong akselerasi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini. Langkah tersebut melalui kerja sama bakti sosial (baksos) pelayanan KB terhadap keluarga Bhayangkari satuan Brimob Polda Bengkulu, dan masyarakat sekitar.

Hal tersebut diungkapkan Kasubbag Renmin Satuan Brimobda Bengkulu, AKP Sutanto kepada wartawan usai menerima kunjungan kerja Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, diwakili Ketua Pokja Peningkatan Capaian Pelayanan KB, Zainin, di Bengkulu, Sabtu (11/2/2023.

"Kita membuka kesempatan bagi keluarga Brimob, dan masyarakat sekitar untuk mendapatkan pelayanan KB secara gratis. Baksos digelar di klinik kesehatan Mako Brimob pada Selasa (14/2/2023) bekerja sama dengan BKKBN Bengkulu, dan BKKBN Kota Bengkulu," ujarnya.

Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat memberikan keamanan bagi keluarga dalam mengatur jarak kelahiran, serta mencegah terjadinya kehamilan dan kelahiran yang tidak direncanakan.

Ketua Pokja Peningkatan Capaian Pelayanan KB Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zainin menambahkan, pelayanan KB gratis yang akan digelar bersama Korps Brimob tersebut dapat menyasar pasangan usia subur (PUS) keluarga Bhayangkari dan masyarakat sekitar.

"BKKBN menyediakan alat dan obat kontrasepsi (alokon), sementara Brimob dapat memfasilitasi tempat dan tenaga medis. Kolaborasi tersebut digelar dalam rangka gebyar rapat kerja daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana tahun 2023 di Provinsi Bengkulu," ujar Zainin.

Baksos KB akan melayani sejumlah metode dan jenis kontrasepsi dengan menyesuaikan kebutuhan calon akseptor. Selain peyanan KB, baksos Bangga Kencana 2023 juga melakukan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi, serta pengasuhan yang ideal bagi keluarga balita.

Hal itu sejalan dengan program prioritas nasional dalam pencegahan risiko stunting di Bengkulu. Sosialisasi kespro dan pola asuh yang ideal tersebut merupakan aksi interfensi sensitif untuk mencegah potensi risiko stunting sejak dini.

Pasalnya, stunting tidak hanya dapat terjadi pada keluarga perdesaan dan kurang mampu. Akan tetapi stunting atau gagal tumbuh kembang anak baduta dapat menyerang masyarakat dari berbagai status.

"Melalui kerja sama, baik pelayanan KB maupun sosialisasi diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam penurunan stunting di Bengkulu. Saat ini, stunting berada pada angka 19,8 persen (SSGI) 2023, yang mengalami penurunan yang cukup signifikan dari 22, 1 persen, demikian Zainin.(SPnews/Usmin)

 

Terkini