kesehatan

Petugas Dinkes Kaur Temukan Puluhan Warga Terjangkit TBC

Senin, 16 Juni 2025 | 09:00 WIB
Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.(Foto/Ist)

Bengkulu, SUARA PEMBARUAN-Dalam kurun waktu lima bulan terakhir (Januari-Mei) 2025), petugas Kesehatan di Kabupaten Kaur, Bengkulu masih menemukan puluhan warga menderira penyakit TBC. Penderita TBS sebanyak ini tersebat di sejumlah daerah di Kabupaten Kaur.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaur, Sapuan Ilyas, di Kaur Minggu (15/6/2925) membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, pasien TBC yang terpantau petugas kesehatan langsung dilakukan penanganan sesuai dengan standar kesehatan.

"Tahun ini berdasarkan laporan dari puskesmas, sudah ada 28 warga Kaur, terserang penyakit TBC dan mereka ini masih dalam perawatan dan pengobatan TBC ini waktunya cukup panjang," ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Bengkulu Ingatkan Pedagang Pantai Panjang Dilarang Paksa Pengunjung Belanja Jajanan

Sapuan Ilyas menjelaskan, penyakit TBC ini dapat diobati hingga penderitanya sembuh total, namun penderita TBC harus tertib menjalankan berbagai perawatan dan rutim mengkonsumsi obat selama 6 bulan. Konsumsi obat bukan hanya untuk mengobati namun juga untuk menghindari penularan TBC ke orang lain.

Sementara untuk menghindari penyakit TBC sendiri disarankan kepada warga yang sering melintas di lokasi berdebu untuk menggunakan masker, serta berupaya menghindari udara yang kotor dan selalu memeriksakan kesehatan bila ditemukan adanya gejala TBC.

Selain itu Juga dihimbau agar masyarakat melakukan gerakan hidup sehat seperti menjaga pola makan, tidur yang cukup dan rutin berolahraga.

Baca Juga: Kebutuhan Darah di Kota Bengkulu Rata-Rata 1.500 Kantong Setiap Bulan

"Bagi pengidap TBC itu wajib rutin mengkonsumsi obat ya. Nah kalau untuk menghindarinya itu yang paling utama yakni meneralkan pola hidup sehat dan menggunakan masker saat bepergian,"jelasnya

Untuk diketahui pada tahun 2024 lalu terdapat 141 kasus TBC yang terdeteksi. Dari jumlah ini mayoritas kasus tersebut merupakan TBC sensitif obat, namun ada juga kasus TBC resisten obat yang memerlukan penanganan lebih intensif.

 

Tags

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB