kalam

Kelompok An-Nadzir Tetapkan Puasa Lebih Awal

Sabtu, 9 Maret 2024 | 15:05 WIB
Kelompok An-Nadzir di Gowa mengawali Ramadhan, Senin (11/03/2024)

Gowa-Suarapembaruan.news. Kendati pemerintah belum mengumumkan penetapan 1 Ramadhan 1445 Hijriyah (2024 Masehi), namun Jemaah An-Nadzir, salah satu aliran Islam yang berkembang di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan telah menetapkan 1 Ramadhan dimulai pada Senin(11/03/.2024).

Setiap tahun penetapan dimulainya bulan puasa antara jemaah An-Nadzir dan Pemerintah (Kementerian Agama) tak pernah sama, penentuan Ramadan oleh kelompok An-Nadzir lebih awal dibandingkan ketetapan pemerintah. Hal ini lantaran jemaah An-Nadzir memiliki metode penetapan tersendiri yang mengacu pada pengamatan alam, diantaranya mengamati pasang surut air laut selama sepekan untuk mengetahui peralihan bulan.

Pimpinan An-Nadzir Gowa, Ustaz Samiruddin kepada wartawan mengatakan, An-Nadzir mulai menjalankan ibadah puasa Senin besok, berarti Minggu malam (10/03/2024) mulai melaksanakan salat tarawih berjamaah.

Aluiran An-Nadzir masuk ke Gowa pada tahun 1998, dibawa oleh ulama bernama Kiyai H Syamsuri Abdul Majid yang bergelar Syekh Imam Muhammad Al-Mahdi Abdullah.Ulama yang disapa Abah atau dikenal dengan Kiyai H Syamsuri Abdul Majid, bergelar Syekh Imam Muhammad Al-Mahdi Abdullah, itu memberikan suatu pengajaran yang terus berkembang hingga saat ini. Aliran An-Nadzir sempat dituding sesat, identik dengan pakaian warna gelap dan sorban, serta rambut sebahu yang pirang.

Kalangan jemaah An-Nadzir mengaku tidak ada perbedaan dengan muslim lainnya dalam melaksanakan rukun Islam, kalau pun dinilai berbeda mungkin soal waktu pelaksanaan shalat dan tata caranya ada perbedaan.

Pimpinan An-Nadzir Gowa Ustaz Samiruddin mengatakan, perbedaan tersebut terjadi karena adanya perbedaan pemahaman. Ia mengatakan, ajaran An-Nadzir berpedoman pada prinsip ajaran yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW.

Sebelum masuk ke Gowa, Kiyai H Syamsuri Abdul Majid sudah berdakwah ke berbagai penjuru daerah di Indonesia. Hingga akhirnya, aliran ini dibawa ke Gowa atas inisiatif beberapa orang yang kerap mengikuti tausiyah dari Kiyai H Syamsuri Abdul Majid.

Dalam kesehariannya, kelompok An-Nadzir yang berjumlah lebih 100 kepala keluarga, mendiami areal lebih 5 hektare, tak jauh dari Kota Sungguminasa, pusat kabupatan Gowa ke arah timur. Mereka hidup damai berdampingan dengan warga setempat, trak pernah ada konflik sekali pun, khususnya di lokasi pusat keberadaannya di Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, sebagian beraktivitas sebagai petani. (SP.news/MK Said)

Terkini

Ketika Adab Runtuh, Negeri Tinggal Nama

Sabtu, 3 Januari 2026 | 12:04 WIB

Allah Selalu Menjagamu Setiap Desah Nafasmu

Kamis, 18 September 2025 | 07:33 WIB

Allah Mencintai Hamba yang Terus Berbuat Baik

Rabu, 17 September 2025 | 07:46 WIB

Ketika Kesabaran Menjadi Jalan Hidayah

Jumat, 23 Mei 2025 | 15:07 WIB

Husniah Lepas 599 Jemaah Calon Haji Gowa

Jumat, 25 April 2025 | 13:46 WIB