Hamas: “Kami Tidak Tunduk pada Agenda AS”
Sementara dunia menantikan tanda-tanda perdamaian, Hamas justru mengambil sikap tegas menjauh dari skema yang diajukan Amerika Serikat. Pejabat senior Hamas, Taher Al Nounou, menolak klaim bahwa kelompoknya ikut menyusun rencana damai tersebut.
“Kami bukan bagian dari negosiasi atau rancangan rencana Amerika,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor.
Ia menegaskan bahwa pembebasan sandera hanya dapat terjadi bila perang benar-benar dihentikan dan pendudukan Israel di Gaza berakhir total.
“Senjata perlawanan adalah bagian dari perjuangan untuk mendirikan negara Palestina,” tegasnya.
Meski begitu, Hamas menyatakan bersedia menelaah rencana damai yang digagas AS jika di dalamnya terdapat upaya yang benar-benar melindungi hak dan kepentingan rakyat Palestina.
Untuk saat ini, dunia menanti hasil dari diplomasi di Kairo—apakah perundingan ini akan membuka jalan menuju perdamaian di Gaza, atau justru menegaskan bahwa konflik berkepanjangan masih belum menemukan titik temu. *