internasional

Bayang Gencatan Senjata di Kairo: Diplomasi Gaza di Persimpangan Trump, Israel, dan Hamas

Senin, 6 Oktober 2025 | 21:47 WIB
Menyoroti perundingan damai di wilayah konflik Gaza, Palestina melalui rencana AS terkait pelucutan senjata yang melibatkan Israel dan Hamas. (Instagram.com/@b.netanyahu)


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Upaya diplomasi untuk mengakhiri perang di Gaza kembali menemukan momentumnya. Putaran baru perundingan damai resmi dibuka di Kairo, Mesir, pada Senin, 6 Oktober 2025 waktu setempat.

Pertemuan ini mempertemukan berbagai pihak yang berkepentingan, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Israel yang membawa misi menghentikan perang secara total di wilayah Gaza. Berdasarkan laporan AFP, delegasi dari sejumlah negara telah tiba di Kairo sejak Minggu, 5 Oktober 2025.

“Utusan khusus AS, Steve Witkoff, turut hadir, sementara pihak Hamas diwakili oleh Khalil al-Hayya yang selamat dari percobaan pembunuhan di Qatar bulan lalu,” tulis AFP dalam laporannya.

Perundingan ini menjadi sorotan global, terutama setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan tekadnya untuk melucuti senjata milik Hamas.
“Hamas akan dilucuti, baik melalui jalur diplomatik lewat rencana Trump atau lewat kekuatan militer kami,” ujar Netanyahu seperti dikutip media tersebut.

Netanyahu juga berharap para sandera yang masih ditahan Hamas dapat dipulangkan bertepatan dengan perayaan Hari Raya Sukkot yang dimulai pada Senin malam waktu setempat.

Namun, di balik narasi damai yang digagas Trump dan Netanyahu, konflik ideologis tetap membara. Hamas menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam rancangan perdamaian yang diinisiasi Amerika Serikat.

Trump Desak Kesepakatan Diselesaikan Pekan Ini

Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya kepada Middle East Monitor pada Minggu, 5 Oktober 2025, menyampaikan optimismenya bahwa pembicaraan antara Hamas dan para mediator berjalan cepat dan positif. Ia menargetkan tahap pertama dari rencana damai yang terdiri dari 20 poin dapat disepakati pekan ini.

“Saya mendapat laporan bahwa tahap pertama harus selesai minggu ini, dan saya mendesak semua pihak untuk bergerak cepat,” ujar Trump.

Trump juga memperingatkan Hamas agar tidak menunda kesepakatan, dengan menegaskan bahwa waktu sangat penting untuk menghindari pertumpahan darah baru.
“Jika tidak, tragedi besar akan kembali terjadi—sesuatu yang tidak diinginkan siapa pun,” katanya tegas.

Komentar itu menegaskan besarnya peran Mesir yang menjadi tuan rumah sekaligus memperlihatkan pengaruh kuat Washington dalam dinamika negosiasi tersebut, mendorong Israel dan Hamas agar bersedia duduk satu meja.

Israel: Gencatan Senjata Bukan Prioritas

Meski begitu, semangat optimistis dari Washington tidak sepenuhnya diikuti Tel Aviv. Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, menyatakan pihaknya belum berniat menerapkan gencatan senjata dalam waktu dekat.

“Situasi operasional kini berubah. Kami tengah mengubah capaian militer menjadi keuntungan diplomatik,” ujarnya dalam pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Israel, Minggu, 5 Oktober 2025.
“Namun, jika jalur politik gagal, perang akan kami lanjutkan,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini