internasional

Setelah 10 Tahun Negosiasi, Prabowo Resmikan Rampungnya Perjanjian Ekonomi RI–Uni Eropa

Senin, 14 Juli 2025 | 08:35 WIB

 

Brussels, SUARA PEMBARUAN – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan selesainya perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa, usai proses negosiasi yang berlangsung selama satu dekade.

Pengumuman penting ini disampaikan dalam konferensi pers bersama Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, di Brussels, Belgia, pada Minggu, 13 Juli 2025.

Dalam keterangannya, Prabowo menyebut capaian ini sebagai sebuah langkah besar yang membuka era baru kerja sama ekonomi yang lebih luas dan saling menguntungkan antara kedua pihak.

“Hari ini kita berhasil mencapai terobosan. Setelah melalui negosiasi selama sepuluh tahun, akhirnya perjanjian ekonomi komprehensif atau CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa berhasil diselesaikan,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan bahwa perjanjian ini pada dasarnya merupakan bentuk kesepakatan perdagangan bebas yang meliputi kerja sama lintas sektor, seperti perdagangan barang dan jasa, serta investasi.

Prabowo menekankan bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan menyeluruh tanpa adanya perbedaan signifikan dalam isi perjanjian. “Semua poin dalam perjanjian ini disepakati bersama. Tidak ada yang ditolak oleh kedua belah pihak,” tegasnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menilai rampungnya CEPA sebagai sinyal positif di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, keberhasilan ini mencerminkan semangat kemitraan dan harapan akan stabilitas di masa depan.

“Di saat dunia sedang menghadapi kebingungan dan ketidakstabilan, capaian ini menunjukkan bahwa kita mampu memberikan contoh kerja sama yang konstruktif,” ucap Prabowo.

Dengan ditandatanganinya CEPA, peluang bagi produk-produk Indonesia untuk memasuki pasar Uni Eropa diprediksi akan meningkat secara signifikan, membuka babak baru dalam hubungan dagang dan ekonomi antara kedua kawasan.*

Tags

Terkini