Respon Paus Fransiskus Usai Dapat Lukisan Bunda Maria Berkebaya dari Megawati Soekarnoputri

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 11 Februari 2025 | 21:49 WIB
Megawati Soekarnoputri berikan lukisan Bunda Maria Berkebaya kepada Paus Fransiskus. (Instagram.com/pdiperjuangan)
Megawati Soekarnoputri berikan lukisan Bunda Maria Berkebaya kepada Paus Fransiskus. (Instagram.com/pdiperjuangan)

 


SUARA PEMBARUAN - Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, memberikan sebuah lukisan Bunda Maria kepada Pemimpin Umat Katolik Dunia, Paus Fransiskus.Baca Juga: Kendalikan PMK, Kementerian Pertanian Salurkan 1,7 Juta Dosis Vaksin Untuk Jatim

Lukisan tersebut memiliki ukuran tinggi 176 cm dan lebar 120 cm, serta telah dipigura dengan indah.

Pertemuan bersejarah ini berlangsung di Istana Apostolik, Vatikan, pada Jumat 7 Februari 2025 sore waktu setempat.

Dalam lukisan tersebut, Bunda Maria digambarkan mengenakan kerudung mantilla berwarna putih serta berkebaya merah, sebuah simbol budaya khas Indonesia.

Megawati hadir dalam kesempatan tersebut bersama Ketua DPR RI Puan Maharani, yang juga putrinya, serta putranya Mohamad Rizki Pratama.Baca Juga: Plt Gubernur Rosjonsyah Apresiasi Peningkatan Kinerja OPD Pemprov Bengkulu

Turut serta dalam rombongan, Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah dan Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey.

Sebagai bentuk penghormatan, pertemuan diakhiri dengan pemberian cendera mata.

Megawati menyerahkan lukisan Bunda Maria berkebaya yang dibawa khusus dari Jakarta, sementara Puan Maharani memberikan baju wayang yang terbuat dari batik tradisional Indonesia.Baca Juga: Peningkatan Kinerja ASN Kunci Utama Wujudkan Pelayanan Publik Secara Optimal

"Paus terlihat sangat senang mendapatkan cendera mata tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada Ibu Megawati dan Mbak Puan Maharani," ungkap Ahmad Basarah.

Makna Lukisan Bunda Maria Berkebaya

Lukisan Bunda Maria dengan kebaya merah, kerudung putih, dan kain batik tentu memiliki makna mendalam.

Kebaya sendiri merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah ada sejak abad ke-15 atau ke-16.Baca Juga: Pj Gubernur Sulsel  Berharap Alumni SMP Negeri 7 Makassar Berkontribusi untuk Daerah

Istilah "kebaya" diyakini berasal dari kata abaya dalam bahasa Arab, yang berarti pakaian.

Saat diadopsi ke dalam bahasa Melayu, kebaya merujuk pada blus perempuan yang dibuat dari kain lembut dan tipis dengan sulaman bermotif daun atau bunga.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X