Pemimpin Hamas Bertemu JK di Doha, Rencanakan Misi Kemanusiaan

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Sabtu, 13 Juli 2024 | 14:31 WIB
Jusuf Kalla, Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12 yang juga Ketua Umum DMI dan PMI bertemu Pemimpin Tertinggi Hamas, Ismail Haniye, Jumat (12/07/2024) sore di Doha, Qatar. (Ist)
Jusuf Kalla, Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12 yang juga Ketua Umum DMI dan PMI bertemu Pemimpin Tertinggi Hamas, Ismail Haniye, Jumat (12/07/2024) sore di Doha, Qatar. (Ist)

JK : Hamas - Fatah Harus Bersatu untuk Ciptakan Perbaikan Kondisi

Doha – Suarapembaruan.news. Perhatian dunia saat ini tertuju ke Gaza dengan keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi keamanan dan semua aspek  kehidupan di Gaza. Dunia tersentuh dan menyayangkan tragedi kemanusiaan tersebut, sebagai Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan, betapa peliknya  mendistribusikan bantuan ke Gaza akibat blokade Israel.

Wakil Presiden ke 10 dan 12 RI, Jusuf Kalla, menyampaikan hal tersebut setelah bertemu sekira dua jam dengan Ismail Haniyeh,  Pemimpin Politik Gerakan Hamas di Doha, Ibukota Qatar, Jumat (12/7/2024). Pada kesempatan ini, JK menyampaikan bela sungkawa kepada bangsa Palestina yang menjadi korban selama konflik, menegaskan sikap solidaritas serta dukungan bangsa Indonesia untuk kemerdekaan Palestina.

Pertemuan tersebut sebagai undangan dari pihak Hamas kepada JK yang sebelumnya telah disampaikan di sela-sela kunjungannya ke Riau, Selasa, 9 Juli 2024. Namun saat itu JK belum memastikan dimana tempat pertemuannya. JK hanya menyebut, jika ia diundang khusus oleh Pimpinan Hamas ke Timur Tengah.

Sebelumnya, pada Mei 2024 lalu, JK bersama sejumlah pimpinan Hamas telah melakukan pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia. Pertemuan tersebut merupakan upaya agar gencatan senjata antara Palestina dan Israel. Perundingan dan gencatan senjata merupakan langkah yang harus segera disepakati. "Jika tidak, maka korban akan makin bertambah di kedua pihak," tegasnya kepada wartawan.

Membuat Rencana Kemanusiaan

Pertemuan Doha yang berlangsung sekira dua jam antara JK dengan Haniyeh, itu membahas berbagai hal tentang kondisi rakyat akibat konflik Palestina - Israel. JK menguraikan bahwa untuk menciptakan perbaikan kondisi di Palestina, dia menyarankan agar organisasi Hamas tetap harus menunjukkan persatuan dan kebersamaan dengan Al Fatah. Begitu pula dengan hubungan internal Hamas sendiri. Tanpa kesatuan aspirasi serta institusi hanya akan menambah pelik penyelesaian masalah Gaza.

Selanjutnya, kata JK, kita semua harus membuat rencana kemanusiaan untuk Gaza, misalnya, menyusun program  berdasarkan skala prioritas, seperti mengobati korban luka dan sakit, menyelamatkan wanita, orang tua dan anak anak sehingga tidak menambah jatuhnya korban perang.

Namun, JK mengingatkan kepada Haniyeh, semua ini hanya bisa efektif manakala kekerasan bisa dihentikan lebih dulu. Jika kekerasan dapat dihentikan, maka  rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza, secara otomatis dapat dilaksanakan. Segala ikhtiar kita semua harus diawali dalam perspektif kemanusiaan, bukan soal politik dan pandangan idrologis.

Sementara itu, Ismail Haniyeh, sangat memuji posisi dan peran diplomatik Republik Indonesia, pemberian bantuan kemanusiaan kepada rakyat di Gaza, kontribusinya dalam merawat korban luka, gerakan kerakyatan dalam demonstrasi, dan solidaritas luas mereka terhadap rakyat Palestina. Dalam pertemuan ini Ismail Haniyeh juga menjelaskan kondisi terkini di Gaza, masalah kemanusiaan dan politik.

Pertemuan Doha diperkirakan masih akan berlanjut, khususnya untuk merealisasikan rencana kemanusiaan, membantu rakyat korban konflik, namun baik pihak JK maupun Hamas belum menyampaikan jadwal lanjutan dari pertemuan tersebut. (SP.news/MK Said)

 

 

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X