Stiker Pintar Kulit Buah Naga, Solusi Praktis Pantau Kesegaran Daging Ayam

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Selasa, 14 April 2026 | 14:57 WIB
Nur Afni Rezkika dan Fiki Nimatul Jannah Terima penghargaan atas karya mereka di International Student Summit. Dok. Humas UGM
Nur Afni Rezkika dan Fiki Nimatul Jannah Terima penghargaan atas karya mereka di International Student Summit. Dok. Humas UGM

Kuala Lumpur, SUARA PEMBARUAN — Inovasi ramah lingkungan kembali lahir dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Dua mahasiswa S2 Ilmu dan Teknologi Pangan dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Nur Afni Rezkika dan Fiki Nimatul Jannah, mengembangkan stiker pintar berbahan kulit buah naga untuk memantau kualitas daging ayam secara real-time.

Inovasi ini turut mengantarkan keduanya meraih tiga penghargaan dalam ajang 2nd International Student Summit di Kuala Lumpur, Malaysia, yakni Gold Medal Sub Theme Food, Best Presentation, dan 3rd Winner.

Baca Juga: Filosofi Karawitan, Harmoni Hidup dalam Keseharian Masyarakat Nusantara

Baca Juga: Proses Pengadaan Tanah Bendungan Jenelata Dikawal  Pemkab Gowa

Terlepas dari capaian tersebut, fokus utama penelitian ini terletak pada manfaat praktis stiker pintar sebagai solusi keamanan pangan yang mudah digunakan masyarakat. Stiker tersebut memanfaatkan ekstrak kulit buah naga yang mengandung pigmen betalain—senyawa alami yang sensitif terhadap perubahan tingkat keasaman (pH).

Ketika daging ayam mulai mengalami penurunan kualitas, perubahan pH akan terjadi dan memicu perubahan warna pada stiker. Dengan begitu, konsumen dapat mengetahui kondisi daging secara visual tanpa harus menebak-nebak kesegarannya. Teknologi ini dinilai sangat membantu, terutama dalam mengurangi risiko konsumsi daging yang sudah tidak layak.

Baca Juga: Proses Pengadaan Tanah Bendungan Jenelata Dikawal  Pemkab Gowa

Tidak hanya itu, stiker ini terintegrasi dengan aplikasi bernama MeatSafe yang dapat membaca perubahan warna melalui kamera ponsel. Hasilnya, pengguna memperoleh informasi yang lebih akurat dan objektif mengenai kualitas daging yang akan dikonsumsi.

Keunggulan lain dari inovasi ini adalah penggunaan bahan biodegradable dari limbah kulit buah naga. Selain membantu mengurangi sampah organik, pendekatan ini juga menawarkan alternatif kemasan pangan yang lebih ramah lingkungan dan berpotensi lebih ekonomis dibandingkan material konvensional.

Baca Juga: Sekda Herwan Antoni Bengkulu Buka MTQ XXXVII Tingkat Provinsi Bengkulu di Kabupaten Seluma

Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan stiker pintar ini menjawab dua tantangan sekaligus, yakni keamanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Produk ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi konsumen, tetapi juga mendorong pemanfaatan limbah menjadi sesuatu yang bernilai guna.

Baca Juga: Kepala Suku Besar Puncak Tegaskan Larangan Segala Aksi Kekerasan dan Perusakan Fasilitas Umum

Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut hingga tahap produksi massal sehingga bisa digunakan secara luas di masyarakat. Dengan demikian, teknologi sederhana berbasis bahan alami ini berpotensi menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas konsumsi pangan sekaligus mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X