Kuala Lumpur, SUARA PEMBARUAN — Inovasi ramah lingkungan kembali lahir dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Dua mahasiswa S2 Ilmu dan Teknologi Pangan dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Nur Afni Rezkika dan Fiki Nimatul Jannah, mengembangkan stiker pintar berbahan kulit buah naga untuk memantau kualitas daging ayam secara real-time.
Inovasi ini turut mengantarkan keduanya meraih tiga penghargaan dalam ajang 2nd International Student Summit di Kuala Lumpur, Malaysia, yakni Gold Medal Sub Theme Food, Best Presentation, dan 3rd Winner.
Baca Juga: Filosofi Karawitan, Harmoni Hidup dalam Keseharian Masyarakat Nusantara
Baca Juga: Proses Pengadaan Tanah Bendungan Jenelata Dikawal Pemkab Gowa
Terlepas dari capaian tersebut, fokus utama penelitian ini terletak pada manfaat praktis stiker pintar sebagai solusi keamanan pangan yang mudah digunakan masyarakat. Stiker tersebut memanfaatkan ekstrak kulit buah naga yang mengandung pigmen betalain—senyawa alami yang sensitif terhadap perubahan tingkat keasaman (pH).
Ketika daging ayam mulai mengalami penurunan kualitas, perubahan pH akan terjadi dan memicu perubahan warna pada stiker. Dengan begitu, konsumen dapat mengetahui kondisi daging secara visual tanpa harus menebak-nebak kesegarannya. Teknologi ini dinilai sangat membantu, terutama dalam mengurangi risiko konsumsi daging yang sudah tidak layak.
Baca Juga: Proses Pengadaan Tanah Bendungan Jenelata Dikawal Pemkab Gowa
Tidak hanya itu, stiker ini terintegrasi dengan aplikasi bernama MeatSafe yang dapat membaca perubahan warna melalui kamera ponsel. Hasilnya, pengguna memperoleh informasi yang lebih akurat dan objektif mengenai kualitas daging yang akan dikonsumsi.
Keunggulan lain dari inovasi ini adalah penggunaan bahan biodegradable dari limbah kulit buah naga. Selain membantu mengurangi sampah organik, pendekatan ini juga menawarkan alternatif kemasan pangan yang lebih ramah lingkungan dan berpotensi lebih ekonomis dibandingkan material konvensional.
Baca Juga: Sekda Herwan Antoni Bengkulu Buka MTQ XXXVII Tingkat Provinsi Bengkulu di Kabupaten Seluma
Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan stiker pintar ini menjawab dua tantangan sekaligus, yakni keamanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Produk ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi konsumen, tetapi juga mendorong pemanfaatan limbah menjadi sesuatu yang bernilai guna.
Baca Juga: Kepala Suku Besar Puncak Tegaskan Larangan Segala Aksi Kekerasan dan Perusakan Fasilitas Umum
Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut hingga tahap produksi massal sehingga bisa digunakan secara luas di masyarakat. Dengan demikian, teknologi sederhana berbasis bahan alami ini berpotensi menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas konsumsi pangan sekaligus mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan.
Artikel Terkait
UNDIP Go Global! Gandeng Kampus Top China, Buka Program Double Degree Teknik Kimia
Sampah Antariksa Jatuh ke Wilayah RI, Dosen UGM Desak Pemerintah Bentuk Tim Khusus
Gubernur Bengkulu Pastikan Rumah Warga Rusak Diterjang Puting Beliung Segera Dibangun Secara Gotong Royong
Jusuf Kalla Resmikan Masjid As Sholihin di Yokohama
RKPD 2027 Bengkulu, Gubernur Helmi Hasan Prioritaskan Infrastruktur dan Kawasan Industri
Pompa Ramah Lingkungan untuk Pekalongan: Kolaborasi UNDIP dan Mitra Belanda Hadirkan Solusi Energi Surya