Makanan Ringan RI Tembus Pasar Afrika, Ekspor Perdana Mendarat di Pantai Gading

Photo Author
Redaksi, Suara Pembaruan
- Senin, 1 September 2025 | 05:33 WIB
Foto Ilustrasi - Ekspor makanan ringan Indonesia tembus Pantai Gading. (Unsplash/ilangamuwa)
Foto Ilustrasi - Ekspor makanan ringan Indonesia tembus Pantai Gading. (Unsplash/ilangamuwa)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia kembali mencetak prestasi di kancah internasional. Setelah lama berkontribusi pada perekonomian nasional, kini produk makanan ringan asal Tanah Air resmi masuk pasar Afrika, dengan ekspor perdana menuju Pantai Gading.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, sektor mamin menjadi salah satu pilar penting manufaktur. “Industri makanan dan minuman tumbuh 6,15 persen pada triwulan II 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,12 persen,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Sabtu (30/8/2025).

Agus menambahkan, subsektor ini menyumbang 41 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Produk mamin tidak hanya memperkuat pasar domestik, tetapi juga terus memperluas jangkauan ekspor.

Plt. Dirjen Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menyampaikan bahwa sepanjang Januari–Mei 2025, nilai ekspor mamin Indonesia mencapai Rp278,85 triliun dengan surplus perdagangan Rp197,1 triliun. Salah satu pencapaian terbaru datang dari PT URC Indonesia yang berhasil mengekspor produk biskuit dan makanan ringan ke Pantai Gading.

“Kami mengapresiasi langkah PT URC Indonesia yang sukses mengirimkan produk ke negara-negara Afrika. Ini bukti kepercayaan global terhadap kualitas produk kita,” ujarnya.

Sebanyak 10 kontainer makanan ringan dilepas dari Cikarang Dry Port, menandai semakin kuatnya eksistensi produk lokal di pasar internasional. Pemerintah pun mendorong semakin banyak industri biskuit dan makanan ringan untuk merambah pasar ekspor.

“Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui berbagai kebijakan strategis demi memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” tambah Putu.

Kemenperin mencatat, industri biskuit nasional kini terus berkembang dengan lebih dari 100 perusahaan aktif dan kapasitas produksi mencapai 1,72 juta ton. Tren ini menempatkan Indonesia sebagai pemasok biskuit terbesar ke-11 di dunia dengan kontribusi 3,59 persen.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X