Pelukan Abadi dari Zaman Perunggu: Kisah Cinta Tragis di Makam Ukraina Berusia 3.000 Tahun

Photo Author
Redaksi, Suara Pembaruan
- Rabu, 14 Mei 2025 | 09:26 WIB
sepasang kerangka pria dan wanita dari Zaman Perunggu terkubur dalam pelukan mesra yang telah bertahan selama lebih dari tiga milenium.  (ist)
sepasang kerangka pria dan wanita dari Zaman Perunggu terkubur dalam pelukan mesra yang telah bertahan selama lebih dari tiga milenium. (ist)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Sebuah penemuan arkeologis menggetarkan hati ditemukan di Ukraina barat: sepasang kerangka pria dan wanita dari Zaman Perunggu terkubur dalam pelukan mesra yang telah bertahan selama lebih dari tiga milenium.Baca Juga: Pesona Silvia Roy Shita, Selebgram 'Pemersatu Bangsa' dari Pulau Dewata

Mereka ditemukan di sebuah makam dekat desa Petrykiv, di selatan kota Ternopil, dan diyakini berasal dari kebudayaan prasejarah Vysotskaya—atau dikenal juga sebagai Wysocko.

Namun yang membuat temuan ini begitu menggugah bukan hanya karena usia kuburannya, tetapi karena kisah cinta tragis yang diyakini melatarbelakanginya.Baca Juga: Pelanggaran ODOL di Gowa Merajalela, Bupati Husniah Minta Ditindak Tegas

Para arkeolog meyakini bahwa sang wanita tidak hanya dimakamkan bersama suaminya—ia kemungkinan besar rela dikubur hidup-hidup demi menemani pasangannya menuju alam baka.

Menurut analisis forensik, mustahil tubuh wanita tersebut dapat ditempatkan dalam posisi berpelukan sedemikian rupa jika ia sudah meninggal sebelum proses penguburan. Baca Juga: Pemprov Bengkulu Alokasikan Dana Perbaikan Jalan Provinsi di Kabupaten Benteng Rp 182,2 Miliar


Posisi mereka menunjukkan keintiman yang luar biasa: wajah saling menatap, dahi bersentuhan, sang wanita berbaring telentang dengan tangan kanan melingkari lembut bahu pasangannya, sementara kakinya ditekuk bersandar pada kaki pria yang terjulur.

Profesor Mykola Bandrivsky, pakar arkeologi yang memimpin studi terhadap makam ini, menggambarkan penguburan tersebut sebagai “unik dan penuh cinta”.Baca Juga: Usut Kapal Wisata Karam, Polresta Bengkulu Periksa 21 Orang Saksi

Ia mengatakan bahwa sang wanita mungkin meminum racun agar dapat menyusul kematian suaminya, kemudian direbahkan dalam posisi terakhir itu—sebuah pelukan yang kini menjadi simbol cinta abadi dari peradaban yang telah lama hilang.

Selain kerangka pasangan tersebut, para arkeolog juga menemukan berbagai artefak perunggu serta benda tembikar di sekitar kepala mereka—termasuk sebuah mangkuk, kendi, dan tiga gayung. Barang-barang ini diduga merupakan bekal kubur yang umum dalam praktik pemakaman pada masa itu.Baca Juga: Gubernur Helmi Salurkan DBH Tahun 2025 Untuk Kabupaten dan Kota di Bengkulu Senilai Rp 179,67 Miliar

Penemuan ini membuka jendela langka ke dalam kehidupan emosional manusia prasejarah. Ia menunjukkan bahwa cinta, pengorbanan, dan rasa kehilangan bukan hanya milik dunia modern, tetapi juga telah menjadi bagian dari kisah manusia sejak ribuan tahun lalu.*

Editor: Stefy Thenu

Sumber: Dari berbagai sumber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X