Saat akan dilerai, para korban disebutkan melawan petugas, sehingga pelaku melakukan penembakan. Namun, tuduhan polisi itu segera dibantah oleh para guru, keluarga dan rekan-rekan korban yang menyatakan bahwa para korban bukan anak nakal dan merupakan anggota Paskibra yang dikenal disiplin dan berprestasi.*