Petir menepis anggapan bahwa keluarga ingin menuntut materi atau menyerang institusi kepolisian.
“Keluarga tidak minta kompensasi. Mereka hanya ingin aturan ditegakkan. Jika ada oknum yang bersalah, harus diproses agar institusi tetap bersih,” katanya.
Hingga kini, hasil autopsi belum diterima keluarga maupun kuasa hukum. Ia mengingatkan bahwa laporan autopsi dan analisis obat menjadi kunci menjawab misteri kematian Levi.
Sebelumnya, Polda Jateng menyampaikan hasil olah TKP lanjutan yang menemukan sejumlah barang bukti milik Levi dan saksi kunci AKBP Basuki, termasuk pakaian, obat-obatan, sprei, dan selimut.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengatakan seluruh barang bukti itu masih menunggu pemeriksaan forensik, termasuk obat-obatan yang jenisnya hanya dapat dijelaskan oleh penyidik.