hukum-kriminalitas

Pasca Bentrokan Ormas di Acara Dakwah HRS, Polda Jateng Ajak Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Jumat, 25 Juli 2025 | 05:32 WIB



Semarang, SUARA PEMBARUAN – Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Polres Pemalang memastikan situasi di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang telah kembali aman dan kondusif usai insiden bentrokan yang terjadi pada Rabu malam, 23 Juli 2025.

Kericuhan tersebut berlangsung di sela-sela pelaksanaan Safari Dakwah yang menghadirkan Habib Muhammad Rizieq Shihab (HRS) sebagai penceramah.

Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo, menjelaskan bahwa pengamanan kegiatan telah dilakukan secara menyeluruh sejak Rabu sore pukul 15.00 WIB hingga Kamis dini hari pukul 03.45 WIB, dengan mengerahkan 675 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan mitra keamanan lainnya. Ia menegaskan, upaya antisipasi sudah dilakukan jauh hari sebelumnya.

Sebagai bagian dari langkah preventif, rapat koordinasi lintas sektoral telah digelar pada 16 Juli 2025 di Kantor Kesbangpolinmas Pemalang. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Kodim 0711, Polres Pemalang, serta perwakilan dari ormas Front Persaudaraan Islam (FPI) dan Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS).

Dalam rapat itu, para pihak sepakat menandatangani pernyataan bersama untuk menjaga ketertiban dan menghindari provokasi serta pengerahan massa besar.

Namun, situasi sempat memanas antara pukul 23.00 hingga 23.30 WIB saat terjadi bentrokan sekitar 50 meter dari lokasi utama kegiatan. Insiden tersebut melibatkan dua kelompok, yakni FPI dan PWI LS, dan menyebabkan sejumlah orang mengalami luka, termasuk empat anggota Polri yang saat itu tengah bertugas. Dua personel dirujuk ke RS Siaga Medika, sementara dua lainnya ditangani tim Dokkes Polres Pemalang.

Selain itu, sembilan orang dari pihak PWI LS juga dilaporkan luka dan dirawat di RS Siaga Medika dan RS Islam Pemalang. Sementara dari FPI, dua orang mengalami luka di bagian kepala. Pemerintah Kabupaten Pemalang turut hadir memberikan perhatian dengan menanggung biaya perawatan para korban.

Meski terjadi gangguan keamanan, kegiatan pengajian tetap berlangsung hingga pukul 01.00 WIB tanpa hambatan besar. Kapolres menegaskan, aparat telah bertindak cepat mengevakuasi korban, mengamankan lokasi, dan kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang memicu kekerasan.

“Kami melakukan pengamanan maksimal sejak awal hingga akhir kegiatan. Tindakan evakuasi korban segera dilakukan begitu insiden terjadi. Saat ini proses pendalaman terhadap pihak-pihak yang terlibat sedang berjalan,” tegas AKBP Eko Sunaryo, Kamis (24/7).

Situasi terkini di Desa Pegundan telah kembali stabil, namun aparat masih berjaga untuk mencegah gangguan lanjutan dan menjamin rasa aman masyarakat.

Kapolres Pemalang juga mengimbau pimpinan dari kedua kelompok agar meredam ketegangan dan menjaga anggotanya agar tidak melakukan tindakan provokatif.

“Kami meminta para pimpinan dari PWI LS dan FPI untuk mengendalikan anggotanya. Jangan ada bentrokan susulan. Mari kita jaga keamanan dan kedamaian bersama,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, turut mengimbau masyarakat agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk memperkuat persatuan dan menghindari kekerasan.

Halaman:

Tags

Terkini