Lombok, SUARA PEMBARUAN – Kasus meninggalnya Brigadir Muhammad Nurhadi secara tidak wajar usai menghadiri pesta di Villa Tekek, Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih belum menemukan titik terang. Dugaan bahwa Nurhadi menjadi korban penganiayaan semakin kuat, namun siapa pelaku utamanya masih belum terungkap sepenuhnya.
Meski penyelidikan kasus ini telah ditangani oleh Bareskrim Polri, kejelasan mengenai sosok di balik kejadian tragis tersebut masih menjadi tanda tanya. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang turut memantau proses penyidikan menyebutkan bahwa identitas pelaku utama kemungkinan besar baru akan terkuak dalam proses persidangan.
Komisioner Kompolnas, Supardi Hamid, menyampaikan bahwa penyelidikan telah dijalankan sesuai prosedur yang berlaku dan terekam secara akuntabel. Ia menegaskan, peran siapa saja yang terlibat baru bisa terlihat secara gamblang di ruang sidang.
"Seluruh proses sudah dijalankan secara profesional dan terdokumentasi. Sebagai pengawas fungsional, kami bisa menilai bahwa prosedurnya berjalan baik," ujar Supardi kepada awak media pada Jumat, 11 Juli 2025.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penetapan tersangka akan semakin jelas saat persidangan berlangsung, karena proses hukum itulah yang akan membuka secara detail hasil dari penyidikan.
"Penetapan pelaku utama tentu merupakan bagian dari penyidikan, dan publik baru akan mengetahui secara pasti saat kasus ini disidangkan," imbuhnya.
Untuk diketahui, Brigadir Nurhadi ditemukan tewas usai menghadiri pesta di sebuah villa di kawasan wisata Gili Trawangan. Dugaan kuat menyebutkan adanya kekerasan sebelum kematiannya, namun hingga kini penanganan perkara tersebut masih menyisakan banyak teka-teki.
Keluarga korban, masyarakat luas, dan para pengamat hukum mendesak aparat penegak hukum untuk bersikap transparan, profesional, dan tuntas dalam menangani kasus ini.*