ekonomi

Didominasi Sektor Perbankan, OJK Jateng Layani 1.166 Pengaduan Masyarakat

Kamis, 29 Februari 2024 | 18:09 WIB
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah Sumarjono.

Baca Juga: Pesta Ulang Tahun Berbuntut Penyerangan Aparat Kepolisian, 31 Warga Diamankan


Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) perbankan di Jawa Tengah mencapai Rp370,79 triliun atau tumbuh sebesar 5,14 persen yoy.


Sementara itu penyaluran kredit Bank Umum di Jawa Tengah juga turut tumbuh sebesar 5,43 persen yoy atau mencapai sebesar Rp375,09 triliun.


Pada sektor IKNB, lanjut dia, jumlah penyelenggara fintech peer to peer lending berizin OJK hingga Desember 2023 yaitu sebanyak 101 penyelenggara yang terdiri dari 94 penyelenggara dengan sistem konvensional dan 7 penyelenggara dengan sistem syariah. Kinerja fintech peer to peer (P2P) Lending pada bulan Desember 2023 di Jawa Tengah tercatat tumbuh positif.

Baca Juga: Pesta Ulang Tahun Berbuntut Penyerangan Aparat Kepolisian, 31 Warga Diamankan

Outstanding pinjaman mencapai Rp4,65 triliun dan meningkat sebesar 26,7 persen yoy. Pertumbuhan tersebut diikuti dengan risiko kredit yang masih terjaga, hal tersebut ditunjukkan oleh rasio Tingkat Wan Prestasi (TWP 90) sebesar 2,74 persen.


‘’Namun untuk perusahaan pembiayaan mengalami kontraksi sebesar 0,72 persen yoy dengan NPF gross sebesar 2,66 persen,’’ jelasnya.

Baca Juga: Petugas Panwaslu yang Hilang di Timika Ditemukan Setelah Pencarian Intensif


Sama halnya dengan perusahaan modal ventura yang mengalami kontraksi sebesar 17,99 persen yoy, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp1,14 triliun.


Untuk Aset Dana Pensiun, kata dia, tumbuh 8,78 persen yoy mencapai Rp6,43 triliun dan investasi tumbuh 8,23 persen yoy mencapai Rp6,41 miliar.


‘’Premi asuransi di Jawa Tengah tumbuh 1,41 persen yoy mencapai Rp4.790 miliar, sedangkan klaim tumbuh 1,41 persen yoy mencapai Rp3.908 miliar,’’ paparnya.

Baca Juga: Ramadhan Bulan Latihan Untuk ‘Berpuasa’ Sepanjang Tahun


Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Jawa Tengah, lanjut dia, tercatat sebanyak 111 LKM, merupakan yang terbanyak secara nasional.


‘’Total Aset LKM Jawa Tengah mencapai Rp634,44 miliar atau sebesar 42,41 persen terhadap share aset LKM Nasional,’’ tegasnya.

Baca Juga: 15 Pasang Finalis Bersaing Rebut Gelar Putera Puteri Maritim Bengkulu 2024

Halaman:

Tags

Terkini