• Tahun 2025, Pertumbuhan Ekonomi Jateng Diprediksi Naik 4,8-5,6 Persen
Semarang, SUARA PEMBARUAN - Keberadaan pelaku UMKM di Jateng bukan hanya memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi bagi daerah ini saja, melainkan mampu menjadi tulang punggung nasional.
"Di Jawa Tengah, penyaluran kredit kepada UMKM mencapai 49,32% lebih tinggi daripada nasional yang 20,23%. Jadi, di Jawa Tengah itu rupanya termasuk salah satu Backbone (tulang punggung) untuk UMKM nasional termasuk di penyalur tertinggi secara nasional juga ada di Jawa Tengah," ujar Bambang Hermanto, Direktur Lembaga Keuangan dan Jasa OJK Jateng, dalam diskusi Outlook Ekonomi Jawa Tengah Pascapilkada yang digelar Forum Wartawan Provinsi dan DPRD Jateng (FWPJT), Rabu (11/12).Baca Juga: Pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Papua,Gubernur: Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di Tanah Papua
Bambang berharap, pembiayaan terhadap pembangunan tidak hanya dilakukan di sektor perbankan, tapi pihaknya juga mendorong pembiayaan pembangunan ini bisa dilakukan oleh sektor di luar perbankan.
"Jadi kinerja lembaga keuangan non bank kami catat di sini terkait dengan perusahaan pembiayaan Pegadaian dan juga lembaga keuangan mikro ini pada prinsipnya adalah tumbuh positif semua, dari perusahaan pembiayaan tumbuh tiga persen kemudian dari insuran itu juga pertumbuhan preminya 25% tapi Lembaga Keuangan Mikro kecil," ujarnya.Baca Juga: Petani Muda Aceh Terapkan Pertanian Modern, Raup Rp 30 Juta Tiap Bulan
Bambang Hermanto juga mengatakan, kinerja sektor keuangan ini diprediksi akan meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi secara nasional.
"Hal ini tentu bisa kita pastikan karena kondisi dari permodalan kondisi dari likuiditas di sektor jasa keuangan yang cukup. Konsen kami, terkait dengan tahun 2025 harus kita waspadai konflik geopolitik seusai konflik Ukraina kemudian konflik Israel Palestina itu yang sudah mulai melibatkan beberapa negara ini juga menjadi faktor yang sangat mempengaruhi pergerakan komoditi, harga komoditi kita termasuk permintaan ekspor," paparnyaBaca Juga: KPU Tetapkan, MARI-YO Menang Dengan 114.024 Suara di Kota Jayapura
Lebih jauh Bambang mengatakan, tahun depan, OJK mendapatkan delegasi kewenangan untuk melakukan pemeriksaan tidak hanya perbankan tetapi juga lembaga keuangan nonbank.
"Kita melakukan pengawasan di dana pensiun, kemudian perusahaan gadai swasta, termasuk di lembaga keuangan mikro. Kalau di masyarakat ditemukan ada yang memasarkan misalnya produk-produk asuransi, Bapak Ibu harus tanya ada sertifikasi keagenannya enggak, kalau enggak jangan dilayani," pintanya.
Edukasi dan perlindungan konsumen dilakukan dengan bekerja sama dengan berbagai stakeholder, ini juga menjadi konsep terkait dengan transaksi secara digital masyarakat.Baca Juga: Semen Gresik Borong 7 Penghargaan, Raih Predikat Tertinggi Diamond Ajang TKMPN XXVIII 2024 di Bali
"Masyarakat saat ini mudah melakukan akses keuangan digital tetapi ada bahaya juga yang menyertai, cybercrime saat ini luar biasa sekali. Bahkan kejahatan-kejahatan online yang melalui transaksi keuangan ini juga sudah ada di mana-mana," terangnya.
Untuk melindungi dana masyarakat dari kejahatan online, OJK telah melaunching Aplikasi Indonesia Anti Scam Center (IASC).Baca Juga: Pertamina Gelar Defensive Driving Training dan Sertifikasi Angkutan Khusus Barang Berbahaya
"IASC ini untuk membantu masyarakat yang menjadi korban kejahatan online, masyarakat bisa mendapatkan kembali haknya dengan catatan cepat melaporkan, karena selama ini karena korban tidak melapor, itu luar biasa pelaku-pelaku kejahatan itu melakukan layering transaksinya itu sampai enggak bisa terdeteksi," tandasnya.Baca Juga: Plt Gubernur Bengkulu : Peringatan HAKORDIA Jadikan Momentum Kometmen Berantas Korupsi
Sementara itu, Pemprov Jateng hingga saat ini masih konsen pada sektor investasi. Hingga Tahun 2024, pertumbuhan investasi di Jateng mengalami kenaikan signifikan dari 26 persen naik menjadi 33,1 persen pada periode yang sama.
Artikel Terkait
Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Pemprov Jateng Gandeng Pengusaha
Pertumbuhan Ekonomi Dinilai Pesat, Mitsubishi Motors Buka Diler Pertama di Pulau Madura
Bank Jateng Diminta Terus Berkontribusi Dalam Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi
Bank Indonesia Puji Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Triwulan II 2024 Tercatat 4,7 Persen
Inflasi Melandai, Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Naik Signifikan