Penerbitan Sustainability Bond sendiri merupakan salah satu dari realisasi komitmen bank bjb dalam mendorong pertumbuhan bisnis keberlanjutan dan implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB).
Aspek keberlanjutan juga diterapkan bank bjb di sisi operasional dengan terus memperkuat pengelolaan emisi gas rumah kaca menuju komitmen Net Zero Emission, yang juga diperkuat melalui partisipasi dalam Bursa Karbon Indonesia dengan membeli unit karbon SPE-GRK sebagai mitigasi untuk set-off carbon.
bank bjb pun menjadi salah satu bank fase pertama yang telah menyelesaikan Climate Risk Stress Test (CRST), untuk mengintegrasikan risiko terkait iklim ke dalam manajemen risiko.Baca Juga: Inovasi UNDIP, Pembibitan Mangrove Menggunakan Teknologi Ramah Lingkungan
Berbagai inovasi keberlanjutan tersebut menegaskan posisi bank bjb sebagai institusi keuangan yang berkomitmen kuat terhadap penerapan aspek ESG.
Dengan komitmen pengembangan portofolio keberlanjutan, bank bjb meyakini pertumbuhan kinerja bisnis dapat berjalan selaras dengan pencapaian pembangunan berkelanjutan nasional untuk menciptakan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian, lingkungan, dan masyarakat Indonesia.*
Artikel Terkait
KUR di Bengkulu Harus Sentuh Pelaku UMKM dan Pedagang Pasar
Sumsel Dapat Alokasi Dana KUR Rp. 8 Triliun Tahun 2022
Berkat KUR Pola Kemitraan, Petani Mitra Binaan bank bjb di Jawa Tengah Panen Raya Komoditi Edamame
RUPST Bank Bengkulu, Bank bjb Komitmen Akselerasi Pengembangan Bisnis Bank Bengkulu
Bahan Bangunan Rendah Karbon, Inovasi SIG untuk Konstruksi yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan
Hingga Agustus 2024, Nilai Transaksi Bursa Karbon Indonesia Rp37,05 Miliar