Baca Juga: PAN dan PPP Sengketa, KPU Bengkulu Tengah Belum Tetapkan Anggota DPRD Terpilih Hasil Pileg 2024
Kegiatan Kick Off EKI juga dikolaborasikan dengan Festival Medhayoh dengan judul “Medhayoh Financial Festival” yang merupakan salah satu kegiatan dalam rangka meningkatkan roda perekonomian melalui pemberdayaan UMKM lokal di Desa Dolokgede dengan bentuk kegiatan seperti pertunjukan seni, kuliner tradisional, dan kegiatan lainnya yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Rangkaian kegiatan implementasi EKI di Desa Dolokgede dilaksanakan pada bulan Juli 2024 sampai dengan bulan Desember 2024. Program EKI di Desa Dolokgede akan melibatkan berbagai lapisan kelompok masyarakat diantaranya UMKM, petani, peternak, perempuan, buruh/pegawai, dan pelajar.
Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemkot Semarang Rehab Kantor Kelurahan Kudu
Rangkaian kegiatan akan dilakukan melalui tiga tahapan optimalisasi potensi desa yaitu Tahap pra-inkubasi, dilakukan proses identifikasi dan pemetaan potensi desa (berupa potensi fisik, alam, manusia, sosial, dan finansial) yang pelaksanaannya akan didukung oleh Lembaga Riset RISE Indonesia.
Dari tahap tersebut, Desa Dolokgede diketahui memiliki arah pengembangan sebagai desa yang berbasis pendidikan dan keolahragaan atau dikenal edu-sportainment.
Pada tahap inkubasi masyarakat Desa Dolokgede akan mendapatkan pendampingan dan edukasi keuangan, serta pemberdayaan masyarakat dari Juli 2024 sampai dengan Desember 2024 oleh stakeholders terkait yang terdiri dari Pegadaian, PNM, BRI, Bank Jatim, BPJS Ketenagakerjaan, Jasindo, SMF, dan BPR PD Bojonegoro, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bank Indonesia dan OJK.
Baca Juga: Mbak Ita Berharap Padi Biosalin Bisa Beri Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
Pada akhir program pasca inkubasi, diharapkan masyarakat desa sudah dapat dengan mudah menggunakan berbagai produk keuangan secara optimal untuk mendukung kebutuhan usaha ataupun untuk kegiatan produktif lainnya.
Adapun optimalisasi tersebut akan didorong melalui Lembaga Jasa Keuangan yang terlibat yaitu penambahan Agen Laku Pandai, penyaluran kredit Kartu Pedagang Produktif (KPP), penyaluran KUR, subsidi produk asuransi kecelakaan diri bagi petani dan peternak, serta insentif iuran BPJS bagi perangkat lembaga desa Dolokgede.
Baca Juga: Paguyuban Masyarakat Jawa di Sulsel Kian Eksis
Dari sisi infrastruktur, Lembaga Jasa Keuangan juga akan menyediakan fasilitas sarana pendukung usaha bagi UMKM dan penyediaan fasilitas Ruang Pintar.
Rangkaian kegiatan Program EKI di Desa Dolokgede tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang pada akhirnya dapat mewujudkan peningkatan keejahteraan masyarakat.*
Artikel Terkait
Lagi, BPR Bermasalah Kena Semprit OJK, Izin Usaha PT BPR Bank Jepara Artha (Perseroda) Dicabut
OJK Minta BPR/S di Jateng-DIY Tingkatkan Tata Kelola dan Manajemen Risiko
OJK Bersama Kedutaan Australia dan Prospera Bangun Kemitraan Perkuat Climate Risk Management Sektor Perbankan Indonesia
Bantu Sejahterakan Petani, OJK Jateng Dorong Peningkatan Akses Keuangan Sektor Pertanian
Kepala OJK Bengkulu Siap Bersinergi Untuk Kemajuan Ekonomi Daerah
Tingkatkan Literasi, OJK Gelar Kick Off ToT Penggerak Literasi dan Digitalisasi Keuangan