ekonomi-bisnis

Menkop Ferry Juliantono Perkuat Koperasi Petani Tebu, Sinergi dengan Kementan Digenjot Demi Swasembada Gula

Selasa, 14 Juli 2026 | 18:35 WIB

Target Penuhi Kebutuhan Gula Nasional

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan Indonesia saat ini telah mencapai swasembada gula konsumsi. Namun, pemerintah masih berupaya mengurangi ketergantungan impor gula rafinasi yang digunakan untuk kebutuhan industri.

"Ke depan target Presiden adalah seluruh kebutuhan gula, baik gula konsumsi maupun gula rafinasi industri, dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri secara bertahap," ujar Sudaryono.

Sudaryono

Selain memenuhi kebutuhan pangan, peningkatan produksi tebu juga diarahkan untuk mendukung pengembangan bioetanol sebagai bagian dari program energi terbarukan.

"Kita memiliki lahan yang luas, tanah yang subur, dan petani yang sangat semangat. Ini harus didukung sehingga kelebihan produksi gula nantinya juga bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar bioetanol," katanya.

Sudaryono menilai koperasi akan menjadi penghubung utama rantai distribusi hasil pertanian, mulai dari desa hingga perkotaan.

"Kooperasi menjadi badan usaha milik anggotanya. Barang dari desa ke kota melalui koperasi, begitu pula produk pabrikan dari kota ke desa juga melalui koperasi. Itulah yang sedang dibangun pemerintah melalui Koperasi Desa Merah Putih," ujarnya.

Menanggapi potensi tebu di Jawa Tengah, Sudaryono menjelaskan tantangan utama industri gula nasional selama ini adalah rendahnya produktivitas tebu dan rendemen atau kadar gula yang dihasilkan.

"Beberapa tahun terakhir produktivitas maupun rendemen sudah meningkat. Kalau dua hal ini terus naik, maka biaya produksi gula akan turun sehingga harga gula ke depan bisa lebih kompetitif tanpa mengurangi kesejahteraan petani," jelasnya.

Ia menegaskan pemerintah akan terus mendorong intensifikasi lahan dan peningkatan produktivitas untuk memenuhi kebutuhan gula industri sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.*

Halaman:

Tags

Terkini