ekonomi-bisnis

Pasokan Energi di Tarakan Dipastikan Aman, Jargas Kian Jadi Andalan Warga

Selasa, 31 Maret 2026 | 17:01 WIB
Saat ini, layanan jargas yang dikelola oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk telah menjangkau sekitar 34.145 sambungan rumah tangga di Tarakan. (PT PGN)

Tarakan, SUARA PEMBARUAN  — Ketersediaan energi di Kota Tarakan dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali setelah Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pemantauan langsung bersama sejumlah pemangku kepentingan. Hasilnya, stok BBM dan gas mencukupi serta distribusinya berjalan lancar tanpa hambatan di lapangan.Baca Juga: Dipastikan Stok BBM di Sulawesi Tetap Aman, Soal Harga itu Kewenangan Pemerintah Pusat

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa pasokan dan distribusi energi di Tarakan berjalan tanpa hambatan. Ia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dalam kondisi cukup, serta distribusinya lancar di lapangan.
“Seluruh distribusi terkonfirmasi aman dan lancar, serta masyarakat tidak mengalami kendala,” ujarnya.Baca Juga: Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Jatim 5,31 Juta Turis

Selain BBM dan LPG, pemanfaatan jaringan gas kota (jargas) juga menjadi sorotan. Saat ini, layanan jargas yang dikelola oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk telah menjangkau sekitar 34.145 sambungan rumah tangga di Tarakan. Penyaluran gas dinilai stabil dan mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama untuk aktivitas memasak sehari-hari.

Dari sisi ekonomi, penggunaan jargas dinilai jauh lebih efisien dibandingkan LPG. Rata-rata pengeluaran warga berkisar antara Rp25.000 hingga Rp75.000 per bulan, tergantung konsumsi. Jika dibandingkan LPG non-subsidi, biaya jargas hanya sekitar 29 persen, sementara dibandingkan LPG subsidi sekitar 72 persen, sehingga memberikan penghematan signifikan bagi masyarakat.Baca Juga: Irwan Hidayat Ajak Semua Kalangan Nabung Saham, dari Karyawan hingga ART

Pasokan gas yang bersumber dari Pertamina EP Tarakan dan Medco Energi juga dilaporkan dalam kondisi stabil, tanpa gangguan, sehingga menjamin keberlanjutan layanan jargas di wilayah tersebut.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tarakan, Ajat Jatnika, mengusulkan perluasan jaringan gas kota. Ia menyebutkan, sekitar 10.000 sambungan rumah tangga tambahan dibutuhkan, terutama di dua kelurahan yang hingga kini belum terjangkau layanan jargas.Baca Juga: Produk Jamunya Diserang Netizen, Bos Sido Muncul Pilih Edukasi Ketimbang Lapor Polisi

“Diharapkan cakupan layanan bisa mencapai 100 persen, dan usulan ini sudah kami sampaikan ke pemerintah pusat,” katanya.

Ajat juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga ketersediaan energi di Tarakan, terutama mengingat letak geografisnya yang cukup jauh dari pusat distribusi. Menurutnya, kolaborasi ini penting agar masyarakat tetap mendapatkan akses energi yang merata dan berkelanjutan.Baca Juga: Diskon Tarif Dorong Ekonomi Daerah Tujuan Mudik

Di sisi lain, General Manager Sales and Operation Region (SOR) III PGN, Hedi Hedianto, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga keandalan distribusi gas sekaligus mendukung pengembangan jargas sesuai kebijakan pemerintah.
“Pada prinsipnya, kami berkomitmen untuk terus mendistribusikan jargas kepada masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kegiatan monitoring, rombongan juga melakukan peninjauan langsung ke pelanggan PGN, termasuk Warung Teras dan sejumlah rumah tangga di RT 05 Kelurahan Karang Rejo. Dari hasil kunjungan tersebut, masyarakat menyampaikan kepuasan atas distribusi gas yang dinilai stabil dan lancar.Baca Juga: Gubernur dan Wagub Bengkulu Gelar Halalbihalal dan Luncurkan Diskon 50 Persen PKB Non-BD

Dengan kondisi pasokan yang aman dan dukungan pengembangan infrastruktur, Tarakan dinilai siap menghadapi lonjakan kebutuhan energi selama momen Ramadan dan Idulfitri tahun ini.*Baca Juga: Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog

Tags

Terkini