ekonomi-bisnis

PGN Perluas Gas Bumi Industri, BMI Lamongan Resmi Gunakan Gas di Awal 2026

Sabtu, 3 Januari 2026 | 09:32 WIB
Area Head PGN Bojonegoro Faishal Arief bersama perwakilan manajemen PT Bumi Menara Internusa saat gas in perdana industri di Lamongan, 1 Januari 2026.

 

Lamongan, SUARA PEMBARUAN – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus mendorong perluasan pemanfaatan gas bumi di sektor industri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran gas perdana (gas in) ke PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan yang mulai beroperasi pada 1 Januari 2026.Baca Juga: Firman Soebagyo: Berlaku­nya KUHP–KUHAP Baru Tonggak Reformasi Hukum Nasional

Pada tahap awal, BMI Lamongan menggunakan gas bumi dengan volume sekitar 15.000 meter kubik per bulan. Seiring meningkatnya kebutuhan energi dan optimalisasi proses produksi, konsumsi gas bumi tersebut ditargetkan bertahap naik hingga 80.000 meter kubik per bulan.Baca Juga: Inilah Penerima Manfaat Revitalisasi 38 SMA/SMK dan SLB di Malang Raya

Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief, menjelaskan bahwa realisasi gas in ini merupakan bentuk dukungan PGN terhadap pemenuhan energi industri yang efisien, andal, serta berkelanjutan. Pemanfaatan gas bumi dinilai mampu menekan biaya operasional sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.

“Gas bumi menjadi solusi energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi sektor industri. Kami berharap ini dapat membantu industri meningkatkan daya saing sekaligus mendukung target transisi energi,” ujar Faishal, Kamis (2/1/2026).Baca Juga: Polres Sarmi Terus Lakukan Pencarian Pelajar yang Tenggelam di Pantai Tarontah

Manajemen PT Bumi Menara Internusa Lamongan menyambut positif kerja sama tersebut. Penggunaan gas bumi dinilai memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi energi dan stabilitas operasional perusahaan.

“Pemanfaatan gas bumi membantu kami meningkatkan efisiensi dan menjaga keberlanjutan operasional. Ke depan, penggunaan gas ini akan terus dioptimalkan seiring peningkatan kapasitas produksi,” ungkap perwakilan manajemen BMI Lamongan.Baca Juga: Wali Kota Dedy Wahyudi Lepas 209 ASN Pemkot Bengkulu Purna Tugas

PGN berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan menjadi referensi bagi pelaku industri lainnya untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih. Kehadiran gas bumi di sektor industri juga diharapkan mampu memperkuat daya saing industri nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Lamongan dan sekitarnya.Baca Juga: Malam Tahun Baru 2026 Aman Terkendali, Polda Jateng Apresiasi Kedewasaan Warga

Tags

Terkini