Hingga kini terdapat empat titik pengumpulan di wilayah Semarang, masing-masing di Agpol Center, SPBU Citra Grand, SPBU Serondol, dan satu di masyarakat melalui program CSR Pujasera Energi di Semarang Barat.
Dari program ini, telah terkumpul 3.361,93 liter minyak jelantah dari 471 transaksi, dengan 335 warga berpartisipasi aktif. Total nilai ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp18,49 juta.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Sesuatu yang awalnya dianggap limbah kini justru bisa menghasilkan cuan. Jelantah tersebut akan kami olah menjadi bioavtur untuk penerbangan,” ujar Taufik.
Bahan bakar hasil olahan ini, lanjutnya, telah digunakan pada penerbangan Pelita Air rute Jakarta–Bali sejak Agustus 2025, setelah melalui tahap lifting perdana di Kilang Cilacap.
Dalam memperluas sosialisasi E-Collect, Pertamina juga menggandeng PKK Kota Semarang untuk mengedukasi masyarakat rumah tangga. Namun, menurut Taufik, tren minyak jelantah domestik kini menurun karena meningkatnya penggunaan layanan pesan antar makanan.
“PKK memiliki jaringan ketuk-tular yang kuat, sehingga bisa menjangkau rumah tangga. Walaupun volume jelantah menurun, kami tetap optimistis program ini akan berkembang,” pungkasnya.*