Pertamax Green 95 dan Program Daur Ulang Plastik Disambut Antusias Warga Semarang

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 1 Juli 2025 | 16:34 WIB
Area Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina  Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan.
Area Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan.

 

Semarang, SUARA PEMBARUAN – Antusiasme masyarakat Semarang terhadap bahan bakar ramah lingkungan dan program daur ulang plastik menunjukkan tren positif. PT Pertamina Patra Niaga mencatat tingginya minat warga terhadap produk Pertamax Green 95, serta partisipasi aktif dalam program penukaran botol plastik di SPBU.

Menurut keterangan pihak Pertamina, SPBU yang menjual Pertamax Green 95 saat ini tidak hanya tersedia di satu titik saja, tetapi juga di kawasan Citra Grand, Semarang.

Penyebaran informasi mengenai ketersediaan bahan bakar dengan angka oktan tinggi ini sangat penting, mengingat banyak warga yang mulai peduli terhadap isu lingkungan.

“Animonya sangat bagus. Ini menunjukkan bahwa warga Semarang dan sekitarnya sudah mulai sadar pentingnya menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan,” ujar Area Manajer Commrel Pertamina Patra Niaga JBT Taufiq Kurniawan, Selasa (1/7/2025).

 

“Pertamax Green 95 merupakan inovasi baru di sektor bensin (gasoline), setelah sebelumnya kita mengenal biodiesel di sektor solar," imbuhnya.

Dijelaskan, Pertamax Green 95 yang dirancang untuk kendaraan pribadi ini diproyeksikan akan terus diperluas outletnya, seiring dengan tingginya minat pengguna.

Saat ini, rata-rata konsumsi harian mencapai 4.000 liter untuk wilayah Jateng-DIY. Di wilayah lain seperti Surabaya dan Jakarta, ekspansi outlet Pertamax Green 95 bahkan melampaui target. Di Jawa Timur, dari target awal 16 SPBU, telah berkembang menjadi 32 SPBU.

“Ke depan, kami akan terus evaluasi dan informasikan perkembangan perluasan outlet ini. Kami juga akan mengkomunikasikan ketersediaannya kepada para ATPM (agen pemegang merek) kendaraan bermotor agar masyarakat semakin mengetahui bahwa BBM oktan tinggi dan ramah lingkungan sudah tersedia,” jelasnya.

Selain mendukung penggunaan energi hijau, Pertamina juga menjalankan program pengumpulan botol plastik di SPBU Kopo, Semarang.
Dalam satu bulan terakhir, telah terkumpul 102,5 kg botol plastik atau sekitar 5.482 botol. Program ini melibatkan 132 pengguna aktif dengan total 416 transaksi.

Dampak positif dari program ini juga terlihat dari aspek lingkungan. Dengan pengumpulan sampah plastik tersebut, tercatat pengurangan emisi karbon sebesar 542.718 gram (setara 542 kg CO₂), dan penyelamatan lahan dari pencemaran plastik seluas 86,62 meter persegi.

Sebagai bentuk apresiasi, pengguna yang berhasil mengumpulkan plastik dalam jumlah tertentu bisa menukarkannya dengan reward, seperti voucher BBM senilai Rp25.000. Hingga saat ini, sudah ada 30 pengguna yang berhasil mencapai target penukaran tersebut.

Program semacam ini diharapkan bisa menjadi model pengelolaan limbah plastik berbasis partisipasi masyarakat. Pertamina juga terus berinovasi dan membuka peluang pengembangan program serupa di titik-titik SPBU lainnya, terutama di wilayah-wilayah yang dikenal sebagai tujuan wisata dataran tinggi, yang membutuhkan solusi energi yang efisien dan ramah lingkungan.*

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X