IKM Harus Naik Kelas Lewat Sentra dan Kolaborasi
Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Tengah, Teddy Agung Tirtayadi, menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam penguatan Industri Kecil Menengah (IKM) agar mampu bersaing di pasar nasional dan global.Baca Juga: Akhiri Kunjungan ke Sejumlah Negara, Presiden Prabowo Pulang ke Indonesia dari Paris
“IKM itu tangguh. Tapi kalau kerja sendiri, mereka rentan. Butuh kolaborasi nyata agar mereka bisa naik kelas,” ujar Teddy.
HIPMI Jawa Tengah telah menerapkan berbagai model kemitraan strategis antara pelaku IKM, industri besar, pemerintah daerah, dan komunitas lokal. Beberapa program unggulan meliputi pelatihan digitalisasi batik di Pekalongan, pendampingan IKM kuliner di Semarang, dan promosi produk lokal lewat Festival Tengara.Baca Juga: Tingkatkan Semangat Persaudaraan dan Kebangsaan, BKAG Bengkulu Akan Gelar Jambore Pemuda
Teddy mengusulkan pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Sentra IKM, disertai pemetaan potensi daerah dan penyelenggaraan event kemitraan skala provinsi. Ia menekankan bahwa sentra IKM harus menjadi pusat inovasi dan pemberdayaan, bukan sekadar fasilitas produksi.
Investasi dan Infrastruktur Jadi Andalan
Berdasarkan data Pemprov, pertumbuhan ekonomi Jateng pada Triwulan I 2025 mencapai 4,96% (yoy), masih berada dalam target tahunan. Investasi juga meningkat, dengan capaian Rp28,3 triliun dan penyerapan tenaga kerja lebih dari 91 ribu orang.
Di sektor pangan, meski menjadi produsen padi terbesar kedua nasional, Jateng menghadapi ancaman banjir dan kekeringan di sentra produksi. Pemerintah telah menetapkan Perda No. 8 Tahun 2024 untuk memperkuat ketahanan pangan, dan fokus pada infrastruktur irigasi serta distribusi pupuk.Baca Juga: PLTP Hulu Lais di Kabupaten Lebong Ditergetkan Produksi Listrik 110 MW Tahun 2027
Jawa Tengah telah menyiapkan 136 program pembangunan hingga 2045, termasuk pembangunan 1.000 desa wisata, digitalisasi pasar tradisional, hingga urban farming dan pendampingan UMKM berbasis gender.
Dengan arah pembangunan berbasis wilayah aglomerasi ekonomi seperti Kedungsepur dan Subosukowonosraten, Jawa Tengah berambisi menjadi mesin pertumbuhan nasional.
“Jateng siap menjawab tantangan global. Transformasi kita bukan hanya untuk ekonomi, tapi menyangkut integritas, keberlanjutan, dan kesejahteraan rakyat,” pungkas Dr. Zulkifli.*Baca Juga: BNI dan Bea Cukai Kolaborasi Dorong UMKM Jateng Tembus Pasar Global di Momen HUT ke-79