ekonomi-bisnis

TPAKD Jateng Fokus Perkuat Inklusi Keuangan Sektor Pertanian Demi Ketahanan Pangan 2025

Minggu, 22 Juni 2025 | 16:21 WIB

 

Semarang, SUARA PEMBARUAN — Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Tengah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berbagai instansi terkait menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan daerah melalui penguatan ketahanan pangan dan inklusi keuangan.

Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Pleno TPAKD 2025 yang digelar di Gedung Gradika Bhakti Praja, Kamis (19/6), mengusung tema “Mengakselerasi Pembangunan Daerah Melalui Ketahanan Pangan dan Keuangan Inklusif Menuju Jawa Tengah Mandiri dan Berkelanjutan.”

Menurut Deputi Komisioner OJK, Bambang Mukti Riyadi, akses keuangan memiliki peran vital dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Inklusi keuangan terbukti memperkuat pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan menjaga stabilitas finansial.

TPAKD Jateng mengarahkan strategi pengembangan ekonomi daerah melalui pendekatan sektor pertanian unggulan dengan skema ekosistem closed loop. Pendekatan ini menghubungkan para pelaku seperti petani, offtaker, asosiasi industri, lembaga keuangan, akademisi, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama mengelola risiko serta mendorong hilirisasi berbasis teknologi dan inovasi.

Rakorda ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyoroti perlunya menciptakan pelaku ekonomi baru yang tangguh, sembari menindak tegas praktik pinjaman online ilegal dan judi daring yang mengancam stabilitas sosial-ekonomi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Sekda Provinsi Jateng Sumarno, Kepala OJK Jateng Hidayat Prabowo, Kepala Perwakilan BI Jateng, para bupati/wali kota se-Jawa Tengah, serta Kepala Biro Perekonomian Jateng.

Kepala Biro Perekonomian Jateng, Agus Prasutio, memaparkan sejumlah capaian TPAKD 2024, termasuk keberhasilan ekosistem pertanian padi dan jagung di Grobogan yang melibatkan koperasi petani, industri keuangan, dan perusahaan mitra. Program serupa akan diperluas ke daerah lain di tahun 2025.

Selain penguatan ekonomi, TPAKD juga menggencarkan edukasi keuangan berbasis komunitas lewat program Perintis Keuangan dan Duta Literasi.

Sepanjang 2024, tercatat 365 kegiatan edukasi di seluruh kabupaten/kota yang menjangkau lebih dari 33 ribu peserta dan menghasilkan hampir lima ribu akun keuangan baru.

Sebagai hasil Rakorda, dilakukan penandatanganan komitmen pengembangan ekonomi di empat kabupaten:

Sragen dan Cilacap: fokus pengembangan pertanian (padi dan jagung),

Demak dan Jepara: pengembangan sektor kelautan dan perikanan (rajungan).

Halaman:

Tags

Terkini