Hadirkan Gas Bumi di RSUP Sardjito, PGN Dorong Green Hospital dan Efisiensi Layanan Kesehatan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 4 Juni 2026 | 12:48 WIB
Direktur Infrastruktur dan Teknologi Perusahaan Gas Negara TBk. Hery Murahmanta (kanan) bersama DIrektur Layanan Operasional RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Riat El Khair (kedua kanan).
Direktur Infrastruktur dan Teknologi Perusahaan Gas Negara TBk. Hery Murahmanta (kanan) bersama DIrektur Layanan Operasional RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Riat El Khair (kedua kanan).

 

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN  – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperluas pemanfaatan gas bumi di sektor layanan publik. Kali ini, PGN meresmikan operasional instalasi gas bumi di RSUP dr. Sardjito, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan konsep Green Hospital sekaligus meningkatkan efisiensi energi di lingkungan rumah sakit.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, mengatakan sektor kesehatan merupakan salah satu layanan publik yang membutuhkan pasokan energi andal dan berkelanjutan untuk menunjang operasional selama 24 jam.

“Rumah sakit merupakan layanan publik vital yang membutuhkan dukungan energi yang stabil, efisien, dan berkelanjutan. Pemanfaatan gas bumi di RSUP dr. Sardjito menjadi bagian dari upaya bersama mendukung transformasi layanan kesehatan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Hery usai peresmian instalasi gas bumi di Yogyakarta, Rabu.

Menurutnya, pengembangan infrastruktur gas bumi tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemanfaatan energi domestik yang lebih berkelanjutan.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus menjalankan strategi penguatan ketahanan energi melalui empat pilar utama, yakni Availability (ketersediaan), Accessibility (aksesibilitas), Affordability (keterjangkauan), dan Acceptability (penerimaan).

Hery menegaskan bahwa gas bumi yang disalurkan PGN sebagian besar berasal dari sumber produksi dalam negeri. Pemanfaatan energi domestik tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi impor sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya nasional.

Selain itu, penggunaan gas bumi juga dinilai lebih efisien dan menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar minyak, sehingga dapat mendukung target penurunan emisi di berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PGN. Kami berharap pemanfaatan gas bumi ini dapat mendukung efisiensi operasional rumah sakit sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih rendah emisi,” katanya.

Sementara itu, General Manager Sales and Operation Region III PGN, Hedi Hedianto, menjelaskan bahwa proses pembangunan dan pemasangan instalasi gas bumi di RSUP dr. Sardjito berlangsung selama kurang lebih delapan bulan.

Gas bumi tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional boiler dan dapur rumah sakit yang selama ini membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar.

“Pemanfaatannya diperkirakan mencapai sekitar 30.000 meter kubik gas per bulan. Dengan pembakaran yang lebih efisien dan pasokan yang stabil, kami berharap pemanfaatan gas bumi di RSUP dr. Sardjito dapat terus berkembang,” ujar Hedi.

Di sisi lain, Direktur Layanan Operasional RSUP dr. Sardjito, dr. Riat El Khair, menyambut positif hadirnya infrastruktur gas bumi di rumah sakit yang dipimpinnya. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan bahan bakar minyak jenis solar yang selama ini digunakan untuk kebutuhan operasional.

“Selama ini penggunaan solar cukup besar, baik untuk boiler maupun kebutuhan dapur gizi. Dengan adanya gas bumi, kami berharap operasional rumah sakit menjadi lebih efisien dan mendukung pengembangan Green Hospital,” kata Riat.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X