“Kami melihat gedung ini punya potensi besar. Lokasinya berada di kawasan wisata utama Semarang, sehingga sangat cocok untuk dikembangkan menjadi ruang publik yang hidup,” ujarnya.
Selain fokus pada bisnis, Djournal juga menggandeng komunitas lokal untuk memperkuat ekosistem kreatif kota. Salah satunya melalui kolaborasi dengan komunitas Hysteria Art Lab yang menghadirkan peta kreatif “Jjournal City Map Semarang Edition”.Baca Juga: Jusuf Kalla: Indonesia Dukung Stabilitas Arab Saudi di Tengah Ketegangan Regional
Koordinator Hysteria Semarang, Ahmad Khairudin (Adin), menilai kolaborasi antara brand nasional dan komunitas lokal penting untuk memperkaya ekosistem kreatif kota.
“Ruang seperti ini bukan hanya tempat ngopi, tetapi juga bisa menjadi ruang bertukar ide, diskusi, dan mempertemukan berbagai komunitas kreatif di Semarang,” katanya.Baca Juga: Ribut di Aula Pemkab Pekalongan: Wartawan Sempat Dicegah Meliput, Gubernur Luthfi Mengaku Tak Pernah Melarang
Setelah membuka gerai di Kota Lama, ISMAYA juga melanjutkan ekspansi Djournal di Semarang dengan menghadirkan gerai kedua di Pollux Mall. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas jaringan bisnis sekaligus mendekatkan brand kepada masyarakat di berbagai kota.
Dengan masuknya brand lifestyle nasional ke kawasan heritage, Kota Lama Semarang kini tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan gaya hidup urban.*Baca Juga: Polda Bengkulu Gelar Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Idulfitri 1447 Hijriah
Artikel Terkait
Bengkulu Coffee Festival Diharapkan Mampu Edukasi Barista Upaya Tingkatkan UMKM
Siap-siap Jogja Coffee Week #5 digelar 5-7 September
Jogja Coffee Week #5: Merayakan Kopi Nusantara dalam “Journey to the Brew”
Studi: Secangkir Kopi atau Minuman Berkafein di Pagi Hari Tingkatkan Mood hingga Berjam-Jam
Harga Kopi Biji di Bengkulu Masih Bertahan Rp 60.000/Kg
Petani Kopi Bengkulu Cemas Jelang Panen Raya, Harga Bergerak Turun