Bursa Karbon Menguat, OJK Catat Lonjakan Transaksi di Tengah Stabilnya Pasar Keuangan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 13 Desember 2025 | 11:36 WIB
Ilustrasi Bursa Karbon Indonesia
Ilustrasi Bursa Karbon Indonesia


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja bursa karbon nasional terus menunjukkan tren positif seiring terjaganya stabilitas sektor jasa keuangan, di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang masih penuh tantangan.Baca Juga: Libur Nataru Makin Hemat, Pertamina Gulirkan Promo MyPertamina dan Patra Jasa

Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 27 November 2025 menegaskan bahwa stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional tetap terjaga.

Di tengah kondisi global yang relatif stabil namun diliputi sikap kehati-hatian menuju 2026, perekonomian Indonesia dinilai tetap solid dan mampu menopang kinerja pasar keuangan, termasuk perkembangan pasar modal dan bursa karbon.Baca Juga: Rutan Kota Bengkulu Gelar Sosialisasi dan Penyuluhan Bencana

Secara global, aktivitas manufaktur masih berada di zona ekspansi, terutama di negara maju, meski perdagangan dunia cenderung stagnan.

Kebijakan moneter global bergerak lebih akomodatif, namun risiko fiskal dan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang membuat sentimen pasar tetap waspada.

Dinamika ekonomi di Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok turut memberi warna pada kehati-hatian pelaku pasar global.Baca Juga: UHC Day 2025: Negara Teguhkan Komitmen JKN demi Bangsa Sehat dan Berdaya

Di dalam negeri, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen (yoy) pada triwulan III-2025 dengan PMI manufaktur yang konsisten di zona ekspansi.

Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga serta mendorong penguatan pasar modal dan pengembangan bursa karbon nasional.

Meski demikian, OJK mencermati perlunya penguatan permintaan domestik seiring moderasi inflasi inti, kepercayaan konsumen, serta penjualan ritel dan kendaraan.

Pada sektor pasar modal, kinerja sepanjang November 2025 melanjutkan tren positif. IHSG ditutup di level 8.508,71 atau naik 20,18 persen secara year to date (ytd), bahkan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.Baca Juga: BHS Dorong Penguatan Sistem Peringatan Dini di Wilayah Rawan Bencana

Likuiditas transaksi juga meningkat tajam, ditopang oleh peran aktif investor ritel domestik dan kembalinya minat investor asing.

Sejalan dengan penguatan pasar keuangan, perkembangan bursa karbon nasional juga menunjukkan sinyal menggembirakan. Sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 28 November 2025, jumlah pengguna jasa bursa karbon bertambah menjadi 145 peserta.Baca Juga: Tiga VaPansel Umumkan Tiga Besar Calon Sekdaprov Bengkulu Lolos Seleksi Tahapan Akhir

Sepanjang November 2025, volume transaksi karbon tercatat bertambah 15.012 ton CO₂e, sehingga total volume transaksi mencapai 1,62 juta ton CO₂e dengan nilai akumulatif sebesar Rp79,52 miliar.

OJK menilai pertumbuhan bursa karbon ini mencerminkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap instrumen pembiayaan berkelanjutan dan peran pasar keuangan dalam mendukung agenda transisi energi serta ekonomi hijau nasional.Baca Juga: Sambut Natal, Mal Ciputra Jakarta Gelar Program Belanja Berhadiah

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X