IHSG BEI Hari Ini Melemah 9,16 Persen, Pengamat Sebut 50 Negara Siap Nego Imbas Dampak Tarif Impor AS

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 8 April 2025 | 12:09 WIB
Gedung Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Bursa Efek Indonesia (BEI). (Unsplash.com/@Ruben Sukatendel)
Gedung Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Bursa Efek Indonesia (BEI). (Unsplash.com/@Ruben Sukatendel)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada sesi perdagangan pertama setelah libur Lebaran 2025 hari ini, Selasa, 8 April 2025.Baca Juga: SGN Berkomitmen Perluas Jaringan untuk Berikan Manfaat Lebih Luas bagi Masyarakat

Tercatat, IHSG BEI melemah 596,33 poin atau 9,16 persen ke posisi 5.914,28.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 92,61 poin atau 11,25 persen ke posisi 651,90.

Berkaca dari hal itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus sebelumnya memproyeksikan IHSG berpotensi akan bergerak melemah terdampak sentimen kebijakan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS).Baca Juga: Halal Bihalal ASN, Gubernur Ahmad Luthfi : Jangan Ada Jual Beli Jabatan!

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah dengan support dan resistance 6.200 - 6.570," tutur Nico dalam analisisnya kepada awak media di Jakarta, pada Selasa, 8 April 2025.

Nico menyebut dampak kebijakan tarif impor AS belum akan berakhir.

Hal itu terjadi meskipun terdapat lebih dari 50 negara yang mengajukan negosiasi.Baca Juga: Wujudkan Kota Bengkulu Bebas Sampah, Pemkot Bentuk Timsus OTT Warga Buang Sampah Sembarangan

Sebab, Nico menilai negosiasi itu masih membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa melakukan penyesuaian dan kesepakatan.

"Sehingga, rasanya kalau dikatakan bahwa setelah negosiasi pasar akan stabil, mungkin jauh dari kata tenang untuk saat ini," ungkapnya.Baca Juga: Presiden Prabowo : Penting Kerja Keras dan Komitmen Membangun Ketahanan Pangan

"Setiap kenaikan pasar yang terjadi, mungkin akan menjadi alasan untuk terjadinya penurunan lebih dalam lagi," sambung Nico.

Nico menyoroti, meskipun banyak negara berencana datang kepada Trump namun beberapa negara justru berdiri dengan teguh melawan Trump.

Salah satunya, China yang menyatakan siap berperang ketika AS menginginkannya.Baca Juga: Presiden Prabowo : Penting Kerja Keras dan Komitmen Membangun Ketahanan Pangan

Nico menilai respon China menjadi sebuah tekanan bagi pelaku pasar dan investor, pasalnya China akan mengenakan tarif sebesar 34 persen untuk semua impor AS mulai 10 April 2025 mendatang.

Kebijakan tersebut dinilai setara dengan tarif resiprokal yang diberikan Trump untuk China. Di sisi lain, tiga negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan juga bersatu untuk memperdalam hubungan ekonomi melalui perdagangan bebas.Baca Juga: Ratusan Hektare Tamanan Padi Petani di Desa Sri Kuncoro Siap Dipanen

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X