Bogor, SUARA PEMBARUAN – Penyanyi muda asal Indonesia, Fifah Sinkha, menghadirkan nuansa baru di industri musik Tanah Air melalui single berjudul “Doa Ku Terkabul” yang resmi dirilis pada 18 Februari 2026. Lagu ini menjadi pintu perkenalan genre baru yang disebut Islamic City Pop, sebuah perpaduan antara warna musik City Pop Jepang dengan pesan-pesan spiritual yang sarat makna.
Bekerja sama dengan Aura Dreamwave, label musik berbasis di Bogor, Fifah mengusung konsep musik yang memadukan groove khas City Pop era 1980-an dengan sentuhan synthesizer retro, bass hangat, serta lirik yang penuh rasa syukur dan harapan. Lagu ini mengisahkan perjalanan seseorang yang berhasil melewati masa sulit hingga akhirnya merasakan kebahagiaan ketika doa yang selama ini dipanjatkan terkabul. Melalui karya ini, Fifah mengajak pendengar untuk tetap percaya pada kekuatan doa dan harapan.
Keunikan lagu semakin terasa pada bagian chorus yang menghadirkan lantunan Asmaul Husna dan doa dalam balutan aransemen City Pop modern. Perpaduan tersebut menciptakan pengalaman musikal yang segar tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual. Dengan cara ini, Fifah berusaha menyampaikan pesan religius melalui medium musik populer yang akrab di telinga generasi muda.
Tidak hanya menawarkan genre baru, “Doa Ku Terkabul” juga menjadi bentuk apresiasi terhadap budaya musik Jepang yang dipadukan dengan identitas Indonesia. Bahasa, nilai religius, dan pesan kemanusiaan universal yang terkandung dalam lagu ini diharapkan mampu menjangkau pendengar lintas budaya. Aura Dreamwave menilai proyek ini sebagai langkah kreatif yang dapat membawa musisi Indonesia ke panggung internasional dengan ciri khas yang unik.
Sejak dirilis, lagu ini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital dan mendapat sambutan positif dari pendengar. Video musik resminya juga telah tayang di YouTube, menambah daya tarik visual yang mendukung konsep musik yang diusung. Tidak berhenti di situ, “Doa Ku Terkabul” juga telah diajukan dalam proses seleksi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026, menandai keseriusan Fifah dalam menapaki karier profesional di dunia musik.
Dengan hadirnya Islamic City Pop, Fifah Sinkha membuka ruang baru bagi eksplorasi musik di Indonesia. Ia membuktikan bahwa musik populer dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan spiritual tanpa kehilangan daya tarik estetikanya. Melalui karya ini, Fifah tidak hanya memperkenalkan genre baru, tetapi juga menegaskan bahwa musik mampu menjadi jembatan antara budaya, nilai religius, dan kreativitas lintas generasi. (Rohmat Yusuf)