seni-budaya

Turn On Power Membuka Babak Kedewasaan Lewat “Gama Harsa”

Jumat, 31 Juli 2026 | 19:18 WIB
Band rock asal Bandar Lampung, Turn On Power, akhirnya merilis album terbaru bertajuk Menjadi Dewasa. (Ist)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Setelah menempuh perjalanan panjang selama lima belas tahun, band rock asal Bandar Lampung, Turn On Power, akhirnya merilis album terbaru bertajuk Menjadi Dewasa. Album ini menjadi refleksi perjalanan hidup para personelnya sejak masa sekolah hingga kini, ketika mereka menjalani kehidupan di kota yang berbeda. Dari tujuh lagu yang menghiasi album, “Gama Harsa” dipilih sebagai lagu pembuka sekaligus unggulan, menjadi pintu masuk bagi pendengar untuk memahami keseluruhan cerita yang ingin mereka sampaikan.

Turn On Power kini beranggotakan Dimas Dhartawan pada vokal dan gitar, Adithya Perkasa pada bass sekaligus vokal, serta Yoga Prasetyo pada drum. Ketiganya menghadirkan album ini sebagai catatan perjalanan emosional, penuh harapan, keraguan, dan semangat untuk terus melangkah. “Gama Harsa” menggambarkan langkah awal seseorang ketika memasuki fase kehidupan baru, sebuah simbol tentang bagaimana setiap proses bertumbuh selalu dimulai dari satu langkah kecil. Dari lagu ini, benang merah album mulai terjalin sebelum berlanjut ke “Arti Frasa Berbeda”, “Narasiku”, “Merayakan Kalah”, “Bait Bermuara”, “Prosa Tanpa Titik”, hingga ditutup oleh “Epilog Memori”.

Mayoritas lagu dalam album ditulis oleh Dimas Dhartawan, yang banyak menuangkan pengalaman pribadi para personel ke dalam lirik. Sementara itu, “Merayakan Kalah” ditulis oleh Adithya Perkasa dengan pesan bahwa kekalahan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses menuju kedewasaan. Pesan ini menjadi salah satu inti dari album Menjadi Dewasa, bahwa setiap kegagalan justru bisa menjadi bahan bakar untuk melangkah lebih jauh.

Meski kini para personel tinggal di kota berbeda, proses kreatif tetap berjalan dengan memanfaatkan teknologi. Mereka bertukar ide melalui WhatsApp dan berbagi file proyek digital (DAW), kemudian menyempurnakan materi bersama produser Shidunt Monokrom. Cara ini menunjukkan bahwa jarak bukanlah penghalang untuk berkarya, melainkan tantangan yang bisa diatasi dengan kolaborasi dan komitmen.

Secara musikal, Turn On Power masih mempertahankan karakter rock yang dipengaruhi pop-punk, dengan referensi seperti Pee Wee Gaskins dan Simple Plan. Namun, mereka tetap mengemasnya dengan identitas sendiri, sehingga menghasilkan warna musik yang khas. “Gama Harsa” menjadi representasi dari semangat itu, sebuah lagu yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengajak pendengar untuk ikut merasakan perjalanan emosional menuju kedewasaan.

Album Menjadi Dewasa kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital. Bagi Turn On Power, album ini bukan sekadar karya, melainkan pernyataan bahwa mimpi menjadi rockstar masih sama seperti saat pertama kali mereka membentuk band lima belas tahun lalu. “Kami masih percaya mimpi itu bisa diwujudkan. Semoga lagu-lagu kami juga bisa menjadi bahan bakar semangat untuk siapa pun yang sedang berjuang mengejar mimpinya,” ungkap mereka.

Dengan “Gama Harsa” sebagai pembuka, Turn On Power mengajak pendengar untuk memulai perjalanan bersama, menyusuri setiap lagu yang penuh cerita tentang harapan, kegagalan, dan kebangkitan. Album ini menjadi bukti bahwa musik bukan hanya tentang nada, tetapi juga tentang perjalanan hidup yang diabadikan dalam karya. Menjadi Dewasa adalah refleksi, pengingat, sekaligus inspirasi bahwa setiap langkah kecil bisa tumbuh menjadi kisah besar dalam perjalanan manusia. (Rohmat Yusuf)

 

 

Tags

Terkini

Arul Kharisma Memulai Perjalanan Baru di Madinah

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:20 WIB