seni-budaya

“Menyalalah Indonesia”, Lagu Puteri Kurniawan Kembali Menggema Jelang HUT RI

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:49 WIB
uteri Kurniawan kembali menghadirkan semangat persatuan dan optimisme melalui lagu Menyalalah Indonesia yang dirilis ulang pada Juli 2026. (Ist)

Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Penyanyi Puteri Kurniawan kembali menghadirkan semangat persatuan dan optimisme melalui lagu Menyalalah Indonesia yang dirilis ulang pada Juli 2026. Lagu ini pertama kali lahir di tengah euforia Olimpiade Paris dan kini kembali diperdengarkan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai pengingat pentingnya menjaga semangat kebangsaan.

Bagi Puteri, musik bukan sekadar hiburan, melainkan media untuk menyampaikan cerita dan energi positif kepada masyarakat. “Musik sudah menjadi bagian dari hidup saya sejak kecil. Bermusik bukan hanya tentang menghasilkan lagu, tetapi juga menyampaikan semangat dan perasaan yang mungkin juga dirasakan banyak orang,” ujarnya.

Inspirasi lagu ini muncul ketika Puteri menyaksikan perjuangan atlet Indonesia di Olimpiade Paris. Semangat juang mereka menjadi pemantik lahirnya karya yang diharapkan mampu membakar optimisme masyarakat. “Lagu ini saya ciptakan sebagai penyemangat, bukan hanya untuk para atlet, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia agar terus percaya bahwa kita mampu membawa bangsa ini semakin maju,” katanya.

Judul Menyalalah Indonesia dipilih dengan makna mendalam. Kata “menyalalah” menjadi simbol semangat yang terus hidup, harapan yang tak pernah padam, serta keberanian menghadapi tantangan. Dari sisi musikalitas, lagu ini mengusung warna pop dengan sentuhan orkestral sehingga menghadirkan nuansa megah dan penuh semangat. Identitas Indonesia juga disisipkan melalui aransemen yang membangun rasa bangga terhadap Tanah Air.

Proses produksi melibatkan sejumlah musisi dan tim kreatif dengan visi serupa. Lagu ini dikomposeri oleh Nunik Andriastuti, diaransemen oleh Rezzol, dan diproduseri oleh Nunik Andriastuti. Puteri mengaku momen paling berkesan terjadi ketika seluruh instrumen musik dan vokalnya mulai menyatu. “Saat mendengarkan hasil akhirnya, saya benar-benar merasakan emosi yang ingin disampaikan lagu ini. Rasanya semua kerja keras selama proses produksi terbayarkan,” ungkapnya.

Pemilihan Juli 2026 sebagai momentum perilisan kembali juga bukan tanpa alasan. Menjelang bulan kemerdekaan, Puteri melihat semangat nasionalisme biasanya tumbuh di berbagai kalangan. Ia berharap Menyalalah Indonesia dapat menjadi salah satu lagu yang menemani sekaligus menguatkan semangat tersebut.

Untuk menjangkau lebih banyak pendengar, Puteri dan tim menyiapkan strategi promosi digital melalui kolaborasi dengan kreator konten, kampanye di TikTok Live, media sosial, hingga tantangan kreatif yang mengajak masyarakat ikut menyebarkan semangat positif lewat lagu ini. Meski ditujukan untuk seluruh masyarakat, Puteri berharap generasi muda menjadi pendengar utama karena mereka adalah penerus bangsa.

Ke depan, Puteri menyiapkan sejumlah kejutan, termasuk kemungkinan menghadirkan lagu dalam format baru maupun penampilan spesial agar semakin dekat dengan para pendengar. Di akhir perbincangan, ia menyampaikan harapan agar Menyalalah Indonesia mampu menjadi energi positif di tengah berbagai tantangan bangsa. “Semoga kita semua terus menjaga semangat, saling menguatkan, dan tidak pernah berhenti mencintai Indonesia. Apa pun profesi dan peran kita, mari terus memberikan yang terbaik untuk bangsa. Terus berkarya, terus bermimpi, dan biarkan semangat Indonesia selalu menyala di hati kita,” tutupnya. (Rohmat Yusuf)

Tags

Terkini