Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Musisi pop muda Muhammad Reeva Zulfaqar, yang dikenal dengan nama panggung reevva, resmi merilis mini album debut bertajuk “A BAD GOOD PLAN” di usia 18 tahun. Album ini menjadi ruang ekspresi bagi dirinya untuk bercerita tentang cinta secara jujur, mentah, dan apa adanya.
Perjalanan musik reevva bermula dari kebiasaan merekam keluh kesah lewat aplikasi perekam suara di handphone. Menariknya, ia awalnya menulis lagu hanya untuk membuat terkesan perempuan yang disukainya. Dari kebiasaan sederhana itu, lahirlah karya-karya yang kemudian berkembang menjadi mini album perdana.
Mengusung pop dan synthpop, musik reevva banyak dipengaruhi oleh The 1975, LANY, Ed Sheeran, dan Arash Buana. Ia menyebut karyanya sebagai “music for cars”, musik yang pas menemani perjalanan malam atau saat pikiran sedang penuh.
Reevva dikenal mandiri dalam berkarya. Ia menangani sendiri penulisan lirik, melodi, instrumen, hingga produksi musik. Baginya, musik bukan soal menjadi yang paling megah, melainkan yang paling jujur dan mampu menjadi tempat pulang bagi pendengar.
Mini album “A BAD GOOD PLAN” berisi tujuh track yang menggambarkan perjalanan cinta penuh kerentanan. Dari rasa rapuh dan penyangkalan, tumbuh menjadi keyakinan, hingga akhirnya runtuh karena tidak sesuai harapan. Album ini bukan tentang keikhlasan, melainkan tentang cinta yang masih berantakan dan penuh kerentanan.
Babak baru perjalanan reevva berlanjut lewat perilisan video musik perdana “Running Out” yang dijadwalkan tayang pada 21 Agustus 2026. Dengan visual moody yang membawa estetika “music for cars” ke layar, rilisan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat identitas musikal reevva. (Rahmat Yusuf)
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Tampil, Gubernur Helmi Hasan Undang Band Disabilitas Sarapan dan Berbincang tentang Musik
Bukan Sekadar Tampil, Gubernur Helmi Hasan Undang Band Disabilitas Sarapan dan Berbincang tentang Musik
Nathi MaQ Hadirkan Eksperimen Musik Klasik dalam “Violin 3-Step”