Peran PKBM dalam membuka kesempatan belajar bagi masyarakat mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah DIY. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melalui sambutan yang dibacakan Kasubag Tata Usaha Balai Pendidikan Menengah Kota Yogyakarta, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Atik Fatmawati, menyampaikan bahwa keberadaan pendidikan nonformal tetap memiliki relevansi kuat di tengah masyarakat.
Menurut sambutan tersebut, tidak semua masyarakat memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan formal secara utuh. Hambatan yang dihadapi dapat beragam, mulai dari persoalan ekonomi, kondisi keluarga, kesehatan, hingga proses belajar yang terhenti di tengah jalan.
“Masalahnya bukan hanya soal putus sekolah. Lebih dari itu, ada keinginan kuat untuk kembali belajar, berkembang, dan membangun masa depan,” demikian bunyi sambutan Gubernur DIY yang disampaikan dalam acara tersebut.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, S.E., M.M. Sambutan Wawan dibacakan Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori. Pemerintah Kota Yogyakarta menilai keberadaan PKBM Reksonegaran sejalan dengan arah pembangunan kota, khususnya visi Kota Yogyakarta 2025–2029, yakni Terwujudnya Masyarakat Adil Makmur, Lestari, dan Berkeadaban.
Prinsip tidak ada warga yang tertinggal atau no-one-left-behind menjadi salah satu semangat yang dinilai selaras dengan peran PKBM. Lembaga pendidikan nonformal dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk kembali mendapatkan kesempatan belajar, mengembangkan kemampuan, sekaligus meningkatkan peluang untuk membangun masa depan.
“Semoga di usia yang matang ini, PKBM Reksonegaran selalu siap memberi kontribusi positif bagi pembangunan kebudayaan dan kesejahteraan sosial di Yogyakarta,” ujar Wawan dalam sambutan yang dibacakan.
Rangkaian peringatan HUT ke-21 PKBM Reksonegaran kemudian diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan lembaga. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada sejumlah mitra pemerintah maupun swasta yang dinilai telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di PKBM Reksonegaran.
Penghargaan diberikan kepada Wakil Wali Kota Yogyakarta, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Sekretaris DPRD DIY, Kodim 0734/Yogyakarta, Royal Darmo Malioboro Hotel Yogyakarta, BNNP DIY, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), TVRI Jogja, Bernas.id, Pengawas Pendidikan Non Formal Kota Yogyakarta, CV Atma Anugerah Murakabi, serta tutor dan tenaga pengajar terlama di PKBM Reksonegaran.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi lembaga kepada pihak-pihak yang selama ini ikut menopang kegiatan pendidikan. Dukungan berbagai unsur dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan PKBM, terutama ketika lembaga pendidikan nonformal dituntut terus menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan masyarakat.
Sudarmaji mengatakan, perjalanan 21 tahun PKBM Reksonegaran masih jauh dari kata selesai. Justru pada usia tersebut, lembaga dituntut untuk semakin terbuka terhadap perkembangan baru, termasuk perubahan teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan dinamika masyarakat.
Ia juga mengakui bahwa dalam menjalankan berbagai program masih terdapat kekurangan. Karena itu, kritik dan saran dari pemerintah, mitra, pendidik, peserta didik, maupun masyarakat sangat dibutuhkan sebagai bahan evaluasi sekaligus perbaikan lembaga ke depan.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik kami tunggu. Semoga Allah SWT senantiasa menuntun perjalanan kita dan PKBM Reksonegaran dalam mengarungi peradaban masa depan,” tutup Sudarmaji.
Dengan memasuki tahun ke-21, PKBM Reksonegaran tidak hanya merayakan perjalanan panjang sebuah lembaga pendidikan nonformal. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kesempatan memperoleh pendidikan harus tetap terbuka bagi siapa pun, termasuk mereka yang sebelumnya terhenti atau tidak sepenuhnya terjangkau sistem pendidikan formal. Di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan kompetensi yang semakin dinamis, keberadaan PKBM diharapkan terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.