Dua Dekade Lebih Mengabdi, PKBM Reksonegaran Perkuat Pendidikan Nonformal di Yogyakarta

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:10 WIB
Perayaan HUT Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Reksonegaran. (Ist)
Perayaan HUT Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Reksonegaran. (Ist)

YOGYAKARTA – Memasuki usia 21 tahun, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Reksonegaran terus meneguhkan perannya dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat yang belum memperoleh kesempatan belajar melalui jalur pendidikan formal. Momentum tersebut ditandai dengan perayaan hari ulang tahun ke-21 yang digelar di Ingkung Grobog, Yogyakarta, Rabu (26/8/2026).

Perayaan berlangsung dalam suasana hangat dengan dihadiri perwakilan pemerintah, mitra lembaga, pendidik, peserta didik, serta sejumlah tamu undangan. Bagi PKBM Reksonegaran, perjalanan selama lebih dari dua dekade tidak sekadar menunjukkan bertambahnya usia lembaga, tetapi juga menjadi gambaran panjangnya komitmen dalam mendampingi masyarakat melalui pendidikan nonformal.

Kepala PKBM Reksonegaran Sudarmaji mengatakan, perjalanan hingga mencapai usia 21 tahun merupakan hal yang patut disyukuri. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini ikut mengambil bagian dalam mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan dan berbagai program yang dijalankan lembaganya.

“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Hari ini kita berkumpul untuk memperingati HUT ke-21 PKBM Reksonegaran. Atas nama lembaga, terima kasih sebesar-besarnya atas partisipasi dan kehadiran Bapak/Ibu sekalian,” ujar Sudarmaji saat membuka acara.

Menurut dia, memasuki usia yang semakin matang justru menghadirkan tantangan baru bagi lembaga pendidikan. Perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, khususnya kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta berbagai platform digital, telah membawa perubahan terhadap pola pembelajaran sekaligus kebutuhan dunia kerja.

Perubahan tersebut juga membuat persyaratan perusahaan dalam merekrut tenaga kerja ikut bergeser. Menurut Sudarmaji, saat ini semakin banyak perusahaan yang tidak hanya melihat ijazah formal, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan, keterampilan, pengalaman, serta kompetensi calon tenaga kerja.

Kondisi itu, kata dia, harus menjadi perhatian lembaga pendidikan nonformal. PKBM tidak boleh hanya menjalankan pola pendidikan yang sama tanpa mengikuti perkembangan zaman. Kemampuan untuk beradaptasi dan melahirkan inovasi menjadi bagian penting agar lembaga tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Perubahan radikal teknologi digital, terutama IA, telah mengusik kenyamanan pelaku usaha. Lembaga pendidikan yang tidak berkreasi dan berinovasi akan tertinggal. Oleh karena itu, PKBM harus membuka mata, bangkit, beradaptasi, dan berinovasi,” tegasnya.

Komitmen tersebut terlihat dari pola pendidikan yang diterapkan PKBM Reksonegaran. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan Senin hingga Jumat mulai pukul 09.00 WIB. Materi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga diarahkan untuk membangun keterampilan peserta didik agar lebih siap menghadapi kehidupan dan dunia kerja.

PKBM Reksonegaran memberikan pendidikan akademik yang setara dengan jenjang kelas 1 hingga kelas 12 melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C. Selain pendidikan akademik, peserta didik juga mendapatkan pembekalan keterampilan praktis, public speaking, serta musik.

Model pembelajaran tersebut tidak sepenuhnya dilakukan di dalam ruang kelas. Peserta didik juga diajak melihat secara langsung berbagai lingkungan dan aktivitas di luar sekolah untuk memperluas wawasan serta pengalaman mereka.

Sejumlah lokasi yang pernah menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran antara lain tempat produksi drone, kebun hidroponik, SMKI seni lukis dan pahat, Desa Wisata Kasongan, Keraton Yogyakarta, Museum TNI AD Dharma Wiratama, hingga Kantor DPRD DIY. Kegiatan belajar di luar kelas tersebut menjadi bagian dari upaya menerapkan konsep Tri Pusat Pendidikan yang menempatkan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pendidikan.

Hasil dari proses pendidikan tersebut turut terlihat dari capaian peserta didik. Dalam satu tahun terakhir, empat lulusan Paket C PKBM Reksonegaran tahun 2026 berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Dua lulusan diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM), satu orang di Universitas Airlangga (Unair), dan satu lainnya diterima di Universitas Pembangunan Nasional (UPN).

Di samping menjalankan fungsi pendidikan, PKBM Reksonegaran juga berupaya memperluas manfaat keberadaannya melalui kegiatan sosial. Salah satunya diwujudkan dengan kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang diselenggarakan bagi masyarakat sekitar pada 12 Agustus 2026 lalu.

Halaman:

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X