Neraca Perdagangan Jawa Timur - Jepang, Surplus Bagi Jatim USD 573,6 juta

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Kamis, 26 September 2024 | 17:08 WIB
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono menerima kunjungan Dubes Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (25/9/2024). (Ist)
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono menerima kunjungan Dubes Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (25/9/2024). (Ist)

Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Neraca perdagangan Jawa Timur dengan Jepang pada 2024 mengalami surplus bagi provinsi ini sebesar USD 573,6 juta. Sedangkan investasi Jepang mencapai USD 4.874,1 juta.

Sementara nilai ekspor Indonesia ke Jepang mencapai US$ 766,1 juta pada tahun 2024 yang menjadikannya negara tujuan ekspor tertinggi kedua Jawa Timur pada periode Januari – Maret 2024.

Sebaliknya impor tahun 2024, Jepang berada di urutan kelima sebagai negara pengimpor ke Jawa Timur, dengan nilai impor sebesar USD 192,6 juta.

Penjabat (Pj.) Gubernur Jatim, Adhy Karyono, mengemukaan hal tersebut ketika menerima audiensi Duta Besar (Dubes) Jepang Untuk Indonesia Masaki Yasushi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (25/9/2024).

Makanya kita juga berdiskusi tentang kontribusi Jawa Timur untuk _World Export_ di Osaka tahun depan. Kita bicarakan juga rencana untuk bagaimana paviliun Indonesia di Osaka bisa kita manfaatkan sebagai pusat perdagangan.

Kita juga mematangkan _master plan_ untuk pembangunan transportasi publik dengan MRT yang memang harapannya nanti Jepang yang akan masuk. Selain itu, kita juga membicarakan _sister city_ antara Surabaya dengan Kota Kochi. Jadi Jepang - Jatim ini memang benar-benar sudah seperti saudara.

Dubes Masaki mengapresiasi harmonisasi yang tercipta antara Jawa Timur dan Jepang. Contohnya, kerja sama di bidang pendidikan yang berjalan dengan baik. Terlebih Jatim merupakan provinsi terbesar kedua dengan pembelajar bahasa Jepang.

"Dari angka statistik dari Japan Foundation tahun 2021, pembelajar bahasa Jepang di Indonesia ada 700.000 orang dan ini terbesar di dunia setelah Tiongkok. Sedangkan pembelajar bahasa Jepang di Jawa Timur ada 90.000 dan terbesar kedua setelah Jawa Barat," katanya.

Selain itu, Dubes Masaki juga mengapresiasi dukungan yang selama ini diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Terutama untuk masyarakat dan perusahaan Jepang.

"Kami berharap sekali hubungan ini terus berjalan baik. Dan kami berharap masyarakat, representasi, dan perusahaan Jepang bisa hidup dan terus beroperasi dengan damai dan lancar,"

Turut hadir dalam audiensi ini Konselor Jepang Tanaka Motoyasu, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takeyama Kenichi, serta beberapa kepala perangkat daerah Pemprov Jawa Timur terkait. (SPnews/TK)

 

 

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X