Menurutnya, total lahan produktif di Kota Semarang masih 30 ribu hektar atau 6 persen dari luas lahan kota Semarang. Sedangkan, sawah lestari seluas 1.600 hektar.
Ia menyebut, masih ada lahan-lahan kosong di wilayah Mijen, Tembalang, Gunungpati, dan Ngaliyan. "Mungkin bisa menanam pepaya atau menanam cabai, tomat dan terong. Ini bertujuan menjaga tetap daulat pangan, membuat multiplier perekonomian kepada masyarakat," imbuhnya.
Artikel Terkait
Genjot Program Urban Farming, Cara Kota Semarang Menekan Inflasi
BPS Puji Program Pak Rahman, Kios Pandawa dan Urban Farming Berdampak Tekan Inflasi
Megawati Soekarnoputri Puji Konsep Urban Farming Mbak Ita dalam Rakernas PDIP
Balai Benih Pertanian Disiapkan Jadi Destinasi Agrowisata Lengkap dengan Museum
Peringati Hari Krida Pertanian, Dinas TPHP Bengkulu Gelar Turnamen Futsal Antar OPD