Semarang, suarapembaruan.news - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto mengatakan, dalam masa transisi pasca-banjir proses pendataan kerugian akibat kerusakan yang disebabkan bencana dilakukan bersama jajaran instansi teknis terkait.
Setidaknya terdapat tujuh rumah rusak terdampak banjir. Sementara itu, sebanyak 38 rumah masuk kategori parah justru akibat tanah longsor dan tertimpa pohon tumbang.
"Kerusakan rumah itu sedang kami hitung nilai kerusakannya, setelah itu kami ajukan usulan Belanja Tak Terduga (BTT)," kata Endro, Sabtu (23/3).
Baca Juga: Jateng Segera Lakukan Rehabilitasi Pascabencana Banjir
Dalam penghitungan itu, pihaknya melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) yaitu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, termasuk secara vertikal dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, dan pemerintah pusat.
Misalnya kerusakan Jalan Raya Kaligawe merupakan kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jalan Woltermonginsidi di bawah kewenangan provinsi.
Baca Juga: Mulai Rancang untuk Bersih-Bersih
Menurutnya, masing-masing OPD teknis tersebut telah menghitung titik-titik kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir beberapa waktu lalu. Khusus di Kota Semarang, pihaknya akan mengajukan usulan BTT.
"Jalan rusak relatif cukup merata karena hujan lalu menimbulkan genangan dampaknya aspal mengelupas. Misalnya jalan milik kota dan perkampungan akan menjadi kewenangan OPD sesuai dengan bidangnya," ujarnya.
Baca Juga: Penumpang Mudik Lebaran Tujuan Pulau Jawa dan Sumatera di Bengkulu Masih Sepi
Sebelumnya, Wali Kota Semarang Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, penanganan bencana harus dilakukan secara kolaboratif. Mbak Ita sapaan akrabnya mengatakan, penanganan bencana memerlukan banyak pihak yang bergabung.
"Ini sangat berarti sekali bagi kami, bagi masyarakat Kota Semarang karena tidak mungkin kami Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sendiri yang memberikan bantuan," kata Mbak Ita.
Artikel Terkait
Banjir Lumpuhkan Jalur Kudus-Purwodadi, Genangi Juga Ruas Jalan Menuju Demak
Pertamina Salurkan Bantuan Bright Gas untuk Dapur Umum dan Bantuan Logistik kepada Warga Terdampak Banjir di Jawa Tengah
1.000 Hektare Sawah di Kendal Terdampak Banjir, Mentan Minta Bulog Serap Gabah Petani
Pertamina Tambah Stok 394 Ribu Tabung LPG 3 Kg untuk Wilayah Terdampak Banjir di Jateng dan DIY
Sering Terdampak Banjir, Warga Perumahan Dinar Indah Segera Direlokasi