Sementara BMKG dapat membantu terkait rekayasa cuaca (TMC/teknologi modifikasi cuaca) agar curah hujan dapat dikendalikan, sehingga meminimalisasi risiko terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
Kemudian Bupati/Walikota agar melakukan upaya-upaya pencegahan dan mitigasi bencana; penanganan darurat bencana; serta perencanaan rehabilitasi bencana.
"Kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus ditingkatkan. Kami juga sudah menyiapkan untuk evakuasi, posko kesehatan kami standby terus, dan bantuan-bantuan kepada masyarakat. Tanggul-tanggul yang ada akan dievaluasi dan secara bertahap akan melakukan perbaikan," jelasnya.
Sementra itu, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan, sembilan daerah menetapkan status tanggap darurat. Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, BNPB langsung memberikan bantuan dasar dari para penyintas bencana.
Bantuan yang diberikan meliputi peralatan penanggulangan bencana, dapur umum, maupun anggaran operasional untuk tanggap darurat.
Setelah itu, akan ada transisi tanggap darurat. Di mana ada beberapa daerah yang harus merelokasi masyarakat terdampak.
"Setelah itu, ada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dan rumah warga yang rusak diperbaiki,” ujarnya.*
Artikel Terkait
Hati-hati Berkendara Saat Hujan Deras, ini Tips-nya Agar Tetap Aman
Curah Hujan Ekstrim, Sejumlah Wilayah di Semarang Tergenang Banjir
28 Pompa Bekerja dan Hujan Mereda, Banjir di Sejumlah Titik di Kota Semarang Mulai Surut
Pj Gubernur Jateng Serahkan Bantuan Senilai Rp293 Juta Lebih untuk Korban Banjir Grobogan
Kurangi Intensitas Hujan, BNPB Lakukan Rekayasa Cuaca TMC di Seluruh Wilayah Jawa Tengah